BPN Kota Bogor Beberkan Capaian Kinerja Tahun 2020

SumateraPost, Bogor – Kepala Kantor ATR/BPN Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh beberkan capaian kinerja selama tahun 2020. Data Umum Pertanahan Kota Bogor di 6 Kecamatan atau 68 Kelurahan, Luas Wilayah 110,7 Km2. Jumlah bidang tanah berdasarkan DHKP tahun 2018 sebanyak 257.801 dan tahun 2020 sebanyak 292.884. Hal itu diungkap Erry Juliani Pasoreh Rabu (30/12/2020)

Menurut Erry jumlah bidang tanah yang terpetakan ditahun 2020 sebanyak 303.791 dengan prosentase (103,72%) jika dibandingkan jumlah bidang tanah berdasarkan DHKP tahun 2020. Disebutkan, jumlah bidang tanah yang belum terpetakan sebanyak 6.158 yang terdaftar pada tahun 2020.

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada tahun 2017 sebanyak 550 bidang, tahun 2018 sebanyak 60.000 bidang, tahun 2019 dengan SHAT sebanyak 65.000 bidang dan PBT sebanyak 96.000 bidang, tahun 2020 sebanyak 650 bidang. Jumlah PTSL dari tahun 2017 sampai dengan 2020 sejumlah 126.200 SHAT dan 96.000 PBT.

Dikatakan, pembangunan Kota lengkap adalah membangun data bidang tanah terdaftar yang terpetakan dengan kualitas KW1, valid, sesuai dengan kondisi ril di lapangan. Untuk bidang tanah yang belum terdaftar dalam wilayah administrasi, dimulai dari Desa, Kecamatan, Kota/Kabupaten dan provinsi.

Baca Juga :  Berinovasi Ditengah Pandemi, DPR RI Apresiasi Perpustakaan Daerah Indramayu

Tujuannya terlaksananya pelayanan pertanahan secara elektronik dengan terwujudnya Multipurpose Kadaster. Berupa pendaftaran untuk berbagai kepentingan (one map policy). Saat ini, Kantor Pertanahan Kota Diharapkan pelayanan akan makin cepat, akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Meminimalisir sengketa dan permasalahan yang terjadi.

Pihaknya juga menyampaikan penyusunan standar pelayanan publik pada Kantor Pertanahanan Kota Bogor. Loket Pelayanan dioperasikan dengan e-office dan didesain secara modern serta memberikan kenyamanan bagi pengguna layanan.

Transformasi digital telah dilaksanakan sejak tahun 2019 yaitu terintegrasinya data secara elektonik dan digitalisasi warkah menjadi prioritas yang harus segera terselesaikan agar proses layanan semakin mudah, cepat dan akurat.

Scan/Digitalisasi Warkah di Kantor Pertananahan Kota Bogor mencapai (65,40%), Validasi Buku Tanah (99,66%), dan juga Surat Ukur (90,73%). Layanan pertanahan pada masa new normal dianjurkan menggunakan layanan online untuk membatasi interaksi langsung antara pengguna layanan dan pelaksana layanan.

“Masyarakat tetap dapat melakukan pengaduan dan konsultasi. Sarana dan prasarana terus ditingkatkan dipenuhinya fasilitas bagi penyandang disabillitas. Begitu juga berbagai inovasi, untuk memberikan kemudahan bagi pengguna layanan. Pelayanan publik semakin maju dan modern berstandar dunia. Buku Tanah Surat Ukur Persil 2019 51% 82% 19% 2020 99,66% 90,82% 91,89% *Data Pertanggal 29 Desember 2020,” kata Erry.

Baca Juga :  Pj Kuwu Jaeni Desa Puntang Gelar Musrenbang Desa

Teknologi informasi dan aplikasi sistem pengelolaan secara online yaitu aplikasi Simpanah dan Eposs. Disebutkan juga, pengaduan dapat dilakukan melalui beragam media, meliputi : Media Konvensional (kotak pengaduan, surat, telepon, SMS) dan Media Kontemporer (media sosial, website, aplikasi ponsel) termasuk aplikasi #TanyaAtrbpn dan aplikasi LAPOR!.

Pada tahun 2020, Kantor Pertanahan telah meraih juara 3 (tiga) besar nasional dalam Kompetisi Sistim Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dengan kategori Unit Pengelola Pelayanan (UPP).

Layanan pengaduan dari aplikasi SIMPANAH ini terbukti efektif dan efisien dalam merespon dan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan masyarakat secara cepat, tepat dan transparan. Perbandingan jumlah pengaduan dengan jumlah berkas yang diterima dalam proses pelayanan. Prosentase pengaduan pada tahun 2019 (sebesar 0,17%) dan tahun 2020 (sebesar 0,18%). Disimpulkan nilai prosentase pengaduan kurang dari 1% dari volume berkas masuk pada tahun 2019 dan tahun 2020.

Baca Juga :  Damkar Terjunkan 8 Mobil Pemadam, Jinakan Pabrik Elektronik

Sedikitnya pengaduan dari masyarakat, merupakan salah satu kriteria keberhasilan pelayanan yang dilaksanakan. Masyarakat merasa puas terhadap layanan. Zona integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pembangunan rancanangan, pengusulan, penilaian, dan penetapan.

Sejak tahun 2018 Kantor Pertnahan Kota Bogor telah melakukan pembangunan Zona Integritas dengan pencanangan Zona Integritas secara internal.

Di akhir tahun 2020, Kantor Pertanahan Kota Bogor bertekad menuju Zero Tunggakan. Tidak adanya lagi tunggakan pekerjaan yang belum selesai di tahun 2020 maupun tahun sebelumnya. Penyelesaian pekerjaan dilaksanakan dengan cara lembur dan membuat tim penyelesaian tunggakan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor turut serta dalam evaluasi dan monitoring serta memberikan solusi terhadap kendala dan hambatan yang dihadapi. Zero tunggakan telah berhasil dilaksanakan. Dalam melaksanakan pelayanan Kantor Pertanahan Kota Bogor dituntut untuk selalu bersaing berikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here