Budaya Cuci Tangan Terus Ditekankan di Lokasi TMMD Reguler Brebes

Brebes SumateraPost.co – Tak hanya terpaku kegiatan pencarian dokumentasi kegiatan untuk publikasi TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes saja, Serda Ariyanto, anggota jurnalistik TMMD Reguler juga memberikan edukasi protokol kesehatan yaitu teknik mencuci tangan yang baik dan benar dengan sabun di air yang mengalir minimal 20 detik, sesering mungkin selepas melakukan kegiatan apa pun dan di mana pun.

Tampak dirinya memotivasi anak-anak Dusun Karanganyar RT. 02 RW. 01, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tengah berkumpul untuk bermain. Kamis (15/10/2020).

Dijelaskan Pasiter Kodim Brebes selaku koordinator lapangan Satgas TMMD Reguler 109 Brebes, bahwa edukasi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 terus dilakukan Satgas TMMD Reguler kepada masyarakat dewasa Kalinusu, termasuk anak-anak.

”Penyuluhan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan tak hanya dilakukan di Balai Desa Kalinusu saja, saat adanya penyuluhan kesehatan. Namun terus dilakukan dari rumah ke rumah, karena di balai desa juga dibatasi jumlah pesertanya,” terangnya.

Menurutnya, upaya door to door lebih mengena karena waktunya sangat panjang, yaitu selama 30 hari pelaksanaan TMMD Reguler.

“Bahkan sejak Kodim Brebes menggelar Pra TMMD pada 15 Agustus 2020 lalu, himbauan kepada masyarakat sudah mulai gencar dilakukan karena di desa mereka akan masuk banyak orang terkait pembangunan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pihaknya ingin dikenang bahwa kehadiran TNI di desa mereka dapat mempunyai nilai tambah, selain membangun infrastruktur badan jalan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter dari Dukuh Karanganyar menuju Dukuh Kedung Kandri, dan juga melayakhunikan 5 orang warga kurang mampu dengan program rehab RTLH TMMD.

Pihaknya juga menekankan agar masyarakat tetap patuh memakai masker, jaga jarak, dan tidak keluar rumah jika bukan untuk kebutuhan yang mendesak.

Terpisah, Kepala Desa Kalinusu, Wasid (44), sangat mengapresiasi peran TNI dalam memotivasi warganya di saat situasional wabah pandemi. Pasalnya, warganya memerlukan sosok panutan untuk mematuhi anjuran pemerintah.

“Saya bangga TNI juga menjaga dan memberikan ketenangan kepada kami selama bertugas di desa kami, sehingga tidak muncul cluster baru disini,” ungkapnya mengapresiasi. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here