Budaya Melestarikan Minum Herbal Tradisional

0

BANDUNG (sumaterapost.co) – Menjumpai kedai atau warung yang menjajakan minuman herbal (tradisional) sudah jarang ditemukan. Para pemilik warung atau kedai lebih memampangkan minuman herbal berbentuk kemasan. Baik itu jahe merah, bandrek, kopi, susu jahe, teh tarik, lemon tie dan sejenisnya.

Salah satu kedai makan dan minum yang menyajikan minuman herbal dadakan (meracik ditempat) yakni Kedai Pring Kuning (Bambu Kuning) yang berlokasi di Jl. Oma Anggawisastra Desa Ibun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Di kedai ini menyajikan berbagai minuman herbal antara lain. Wedang Uwuh, Teh Bawang Dayak, Teh daun kelor, Teh Ki urat, Teh daun antanan, Benalu teh, Cecendet, ginseng, pasak bumi, akar purwaceng dan minuman kopi herbal untuk vitalitas pria/wanita.

Minuman yang menjadi faporit di kedai Pring Kuning yakni wedang uwuh merupakan minuman herbal khas Solo Jawa Tengah. Sedangkan di Jakarta dengan nama “bir pletok”. Kemudian minuman herbal Kopi dinamakan kopi Tahlil asal daerah Pekalongan Jawa Tengah. Sementara minuman khas Jawa Barat yang disajikan yaitu Bandrek Original. Bukan dari daerah Pulau Jawa saja, Kedai Pring Kuning menyediakan juga minuman Teh Talua dinamai Teh Brontak. Perbedaannya Teh Brontak untuk kebugaran dan mendongkrak stamian bagi pekerja berat.

Sundi Harto pemilik Kedai Pring Kuning pria kelahiran Brebes tahun 1992 ini kepada sumaterapost.co mengatakan. Menggeluti usaha kuliner sejak usia belasan tahun, untuk membuka kedai di Ibun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung sejak bulan Agustus tahun 2015. “hanya dengan permodalan kecil saya merintis dengan orang tua disini, sebelumnya buka kuliner di wilayah Sumedang” ujarnya.

“Sedangkan bapak pada siang hari bagian belanja ke pasar, dan aktipitas sebagai wartawan biasanya mencari berita dulu. Makanya ke pasar pun pulang nya sore, profesi wartawan bagi bapak sudah mendarah daging” paparnya.

Disinggung soal menyajikan minuman herbal dia menambahkan, wilayah Ibun letaknya dibawah kaki Gunung Kamojang cuacanya sangat dingin. Dengan minuman herbal cocok sekali untuk menjaga kesehatan. Akan tetapi minuman herbal masih kurang diminati karena mereka kecanduan dengan minuman instan. “yang sudah menikmati minuman herbal di kedai, ya alhamdullilah mereka menjadi rutin mengkonsumsi baik jamu racikan maupun minuman seperti wedang uwuh” imbuhnya.

Menjual minuman herbal seperti Wedang Uwuh melestarikan budaya leluhur, minuman herbal Wedang Uwuh sudah ada sejak jaman dahulu. Tradisi orang tua, jika masuk angin atau kurang tenaga maka meracik rempah – rempah seperti jahe, cengkeh, kayu secang, kapulaga dan bahan lainnya untuk dijadikan minuman kesehatan.

Kedai Pring Kuning menjajakan makanan Aneke Nasi Goreng dengan racikan bumbu rempah – rempah alami, empal gentong khas Cirebon, ayam penyet, sate kambing muda khas Tegal, Soto Sokaraja serta sea food. Sebagai pelengkap menyediakan minuman herbal, untuk kebutuhan kesehatan.

Ibu Risma (45) bersama suaminya warga Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Minggu (2/2/2020) malam kepada sumaterapost.co mengemukakan. Menikmati hidangan di Kedai Pring Kuning sangat memuaskan, selain harganya murah cita rasanya tidak kalah saing dengan restauran. Lebih mantap lagi dengan minuman herbalnya “jarak tempuh dari Ciparay ke Ibun kan lebih dari 1 jam, lidah tidak bisa dibohongi. Padahal, di Ciparay banyak penjual nasi goreng bagi saya dan keluarga hanya cocok di Pring Kuning” ungkapnya.

Bagi Aldi (45) warga Cikajang Kabupaten Garut mengaku sebagai pecinta kuliner empal gentong sudah dapat tertolong tidak jauh – jauh harus ke Cirebon. Empal Gentong yang dijajakan di Pring Kuning lebih berasa rempah – rempah-nya.

“saya bersama keluarga dari Cikajang Garut ke Ibun lumayan cukup jauh, tempat kuliner di Garut pun banyak. Tapi kenapa saya memilih ke Ibun, sambil wisata ke alam Kamojang bisa menikmati makan minum di Kedai Pring Kuning” ucap Aldi sembari nyantap empal gentong. (Muh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here