Sumaterapost.co | Aceh Timur – Di tahun ajaran baru 2022/2023 SMKN 1 Idi Kabupaten Aceh Timur, membuktikan kiprahnya sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan di Kabupaten Aceh Timur yang dipilih oleh Kemendikbudristek menjadi salah satu SMK Pusat Keunggulan (PK).
Tentunya beranjak dari proses perjalanan panjang pihak pengelola sekolah dan seluruh warga termasuk manajemen yang dijalankan tidaklah main – main, bukti kerja keras inilah menjadi salah satu capaian prestasi di bawah kepemimpinan Antoni Samad, S.T Kepala SMKN 1 IDI.
Oleh sebab itu, kini SMKN 1 Idi terus meningkatkan berbagai aspek pendukungnya, terlebih Sumber Daya Manusia (SDM) nya, seperti peningkatan kompetensi guru.
Sehubungan dengan hal tersebut, pada Kamis, ( 18 Agustus 2022 ) di Aula SMKN 1 Idi, pihak Komite Pembelajaran SMKN 1 Idi menggelar kegiatan In House Training (IHT) sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka tang dujadwalkan dari tanggal 18 s.d 29 Agustus 2022, di SMKN 1 Idi, SMKN 1 Idi yang beralamat di jalan Banda Aceh – Medan Km. 371, 5 Gampong Jalan Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan IHT ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Bapak Rahmatsah Putra, S.Pd dan turut dihadiri oleh Kasi Manajemen GTK Syariful Azahar, S.Pd serta Korwas SMK Kabupaten Aceh Timur Muliadi, S.Pd, M.M.
Antoni Samad, S.T, Kepala SMKN 1 Idi yang juga merupakan Komite Pembelajaran dalam laporannya menyampaikan bahwa IHT tersebut merupakan suatu program kegiatan SMK-PK yang direncanakan dan harus diikuti oleh semua guru, dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga mampu menciptakan pendidikan yang lebih menyenangkan bagi peserta didik dan guru.
Dia menjelaskan,
“Ada 74 jam pelajaran (JP), terdiri dari materi-materi yang ada di SMK-PK, misalnya Pembelajaran Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar, Memahami Capaian Pembelajaran (CP), Merancang Pembelajaran, Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Komunitas Praktisi, serta Merancang tujuan pembelajaran dan alurnya, utamanya untuk pembuatan modul pembelajaran yang digunakan di kelas, ” Kata Antoni
Pada kesempatan itu, Kacabdin Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Rahmatsah Putra, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan IHT ini, Rahmatsah berharap nantinya SMKN 1 Idi yang merupakan SMK-PK di Aceh Timur harus bisa menjadi Pilot Project bagi SMK lain dan para guru yang telah mengikuti IHT disamping mengaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelasnya juga dapat berbagi pengetahuan dengan guru-guru di sekolah lain.
“Penggunaan IT dalam proses pembelajaran adalah suatu keharusan, maka sebagai Kacabdin Wilayah Ia menginstruksikan agar semua guru untuk mengaktifkan dan mengeksplore Platform Merdeka Mengajar yang telah disediakan oleh Kemdikbudristek sehingga sangat memudahkan pekerjaan guru,” Ujar nya.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan Waka Bidang Kurikulum, Dedi Irawan, S.Pd menyebutkan, seluruh guru di SMKN 1 Idi wajib mengikuti IHT ini, terutama bagi guru kelas X.
“Ini tahun pertama SMKN 1 Idi sebagai SMK PK. Materinya lebih mendalam dan lebih disesuaikan dengan kondisi di sekolahnya,” ucap Dedi yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Ded.
Terkait pelatihan IHT, Pak Ded menyatakan mengambil pemateri dari guru Komite Pembelajaran yang berjumlah sekitar tujuh orang, didampingi dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Listrik dan Bangunan, Medan (BBPPMPV).
Ada 10 hari dalam pelatihan IHT dengan sistem Hybrid yaitu model luring, daring, dan tugas mandiri atau BDR (belajar dari rumah) yang dimulai dari jam 08.00 – 15.00 WIB.
Saat ditanya apakah ada kendala?… Pak Ded, menyebutkan, kendalanya tidak semua guru bisa megikuti karena terbentur dengan kegiatan guru yang lainnya.
“Otomatis ikut ujian IHT nya tidak bisa ikut,” kata Dedi, Namun begitu, menurutnya hal tersebut bisa diatasi.
“Kita ada tugas-tugas dan materi yang ada di google drive yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja oleh guru yang berhalangan hadir,” tandasnya.
(TB)




