BUNGDES Banjarsari Gajah Dapat DAPM, Ketua Tidak Dilibatkan Membangun Gudang Penggilingan Padi

Sumaterapost.co, Demak – Pada tahun 2018 BUNGDES Desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Jateng dapat kucuran Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) memiliki tugas mengelola uang eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat mandiri (PNPM), dana bantuan tersebut diwujudkan Gedung Penggilingan Padi. Sayangnya warga ada yang menduga bahwa pembangunan gedung penggilingan padi beserta isinya dan kepengurusan atau kepanitiaannya belum transparan.

Sumber berita dihimpun awak media dari masyarakat setempat yang tidak mau disebut namanya, sebut saja SK memaparkan ” Pembangunan Gudang Penggilingan padi sampai peralatan nya banyak warga yang belum tau, dari mana bantuan gudang penggilingan padi, siapa Ketua pelaksana, panitia atau pengurusnya, tiba-tiba ada pembangunan di tanah Desa, sebenarnya warga juga ingin tau siapa yang bertanggungjawab, sebab papan nama sejak awal pembangunan belum terpasang dilokasi.

Baca Juga :  Jaga Semangat Prajurit Koramil Sambil Lakukan Olahraga

” Hanya melihat menyaksikan para pekerjanya orang yang dekat sama Kepala Desa, juga saya dengar-dengar Ketua Gapoktan atau BUNGDES Daryono yang mengambil uang dibank, langsung diserahkan yang bersangkutan dan dengar-dengar nilai semuanya bantuan gudang serta perlengkapannya kurang lebih 4, 5 milyar, itu yang saya dengar,” paparnya.

Warga Desa menambahkan, gudang penggilingan padi dirikan di atas tanah Bondodeso tanah sawah produktif juga zona hijau, dulunya sawah tersebut kalau dilelang laku sepuluh jutaan.

” Sekarang didirikan gudang penggilingan padi aset Desa berkurang, sebab sampai sekarang tahun 2018 sampai 2020 ini tak ada aset masuk, laporan dari BUNGDES belum ada, harusnya pendapatan dari BUNGDES khususnya penggilingan padi pertahunnya lebih dari sepuluh juta, minimal sama ada untungnya bisa mengerjakan warga mengurangi pengangguran.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Banjir, AKBP M Irwan Susanto: Waspada Cuaca Ekstrem

” Berkaitan perijinan tanah basah jadikan kering dan IMB belum ada, karena cepat-cepat membangun,” Tambahnya

Ketua BUNGDES Desa Banjarsari Daryono saat minta tanggapan awak media berkaitan pembangunan gudang penggilingan padi, pengambilan uang di bank dan papan nama pembangunan belum terpasang.

Daryono menanggapi, Saya tidak Ketua Gapoktan, saya pernah dihubungi Pak Kepala Desa kebetulan ada luar kota, saat itu saya ikut kelompok tani di jadikan Ketua BUNGDES ada bantuan DAPM melaksanakan gudang penggilingan padi, saya sendiri tidak diikut sertakan pembangunan itu, kata Pak Kades sudah ada yang melaksanakan sendiri, pembangunan sudah selesai saya suruh bayar sesuai LPJ nya, Minggu (27/12/2020).

Baca Juga :  Pemkab Brebes Rencanakan Relokasi Korban Tanah Bergerak Desa Manggis

” Saya ke Bank BRI Gajah bersama bendahara BUNGDES , itu pun tidak ambil uang tunai, disuruh Pak Kades memindahkan ke No Rekening 3 orang, nama nama orangnya lupa, jumlah uang semuanya lupa.

” Datanya masih ada di Rekening bendahara BUNGDES saat itu bendaharanya Bu Kades. Papan nama kegiatan pembangunan memang belum dipasang.

” Kurang jelas, saya disuruh tanggung jawab semua, kemana larinya uang juga tak paham, sebab uang sudah dibagi 3 No Rekening, saya mengundurkan dari tidak mau urusan dengan hukum . Tanggapnya. (Windi Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here