Bupati Kendal Bersama FKUB Bagikan Takjil di Weleri

Kendal SumateraPost.co  – Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, B.Sc membagikan takjil kepada pengguna jalan di wilayah Kecamatan Weleri, bersama Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB), kemarin hari Minggu (2/5/2021).

Adapun beberapa pemuka agama yang berada di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berdoa tentang pandemi covid-19 agar segera berakhir, sehingga aktifitas perekonomian yang berada di Kendal kembali pulih.

Sebelum melakukan giat pembagian takjil Dico M. Ganinduto menyempatkan berdiskusi dengan pemuka agama terkait kasus pandemi dan IMB Rumah Ibadah.

Baca Juga :  Polres Blora Gelar Konferensi Pers Terkait Dugaan Kasus Premanisme Di Pasar Jepon.

Diusulkan juga bahwa beberapa bangunan Gereja telah diajukan untuk kepengurusan IMB.

“Dimanapun saya berada pasti selalu menyinggung terkait perkembangan kasus pandemi yang ada di Kendal, hari ini juga saya menerima usulan terkait IMB untuk tempat ibadah gereja dan akan segara dilakukan pengurusannya,” ujar Dico M. Ganinduto.

Pembagian takjil oleh Bupati turut didampingi FKUB Weleri dengan sasaran selain pengendara motor juga tukang becak.

Baca Juga :  Kabidhumas Polda Jateng dan Karo PID Mabes Polri ikuti Vicon Kadiv Humas. Kinerja 100 Persen Jajaran Mendapatkan Apresiasi

Sementara Dico mengaku kegiatan yang dilakukan pada sore hari tersebut, dinilai sangat baik lantaran menunjukkan adanya sinergi antar umat beragama yang terjaga dan giat berbagi kepada saudara terlihat indah.

“Giat ini sangat positif, bisa dilihat bahwa semua agama dapat bersatu saling membantu dan menghargai, tentu kerukunan ini harus dijaga,” terang Bupati Kendal

Disisi lain Dico M. Ganinduto menyampaikan, jika pembagian takjil di Weleri juga sebagai pemantauan langsung tenrang penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di Kecamatan Weleri, yang termasuk ramai pada waktu jelang berbuka puasa.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Bupati Indramayu Tinjau Pasar Daerah Jatibarang

Terkait pengajuan IMB Gereja, Pendeta Hudiman menyebut telah mengajukan kepada dinas terkait untuk kepengurusan IMB.

“Dikendal kurang lebih seluruhnya ada 50 bangunan gereja dan kita sudah ajukan untuk yang belum memiliki IMB,” ujar Hudiman.

(Kominfo/ Suroto Anto Saputro/sugiarto)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here