Bupati Loekman Sangat Prihatin Terhadap Jembatan yang Menghubungkan Candirejo – Mujirahayu

0

Way Pengubuan, Sumaterapost.co – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menyatakan sangat prihatin terhadap jembatan darurat yang menghubungkan antara Kampung Candirejo, Kecamatan Way Pengubuan dengan Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, masalahnya jembatan yang dibangun atau dibuat atas prakarsa gotong royong warga masyarakat setempat, “Jembatan yang menghubungkan antara dua kampung dan dua Kecamatan ini, atas nama pemerintah daerah sangat – sangat prihatin, apalagi seperti kita lihat bersama bahwajembatan ini terbuat dari kayu kolaborasi dengan bambu yang sudah dalam keadaan pada lapuk, ini akan sangat mebahayakan masyarakat yang berlalu lalang” ungkap Bupati dihadapan masyarakat dalam kunjungannya kerja Selasa 13/8 ini.

Kondisi pembangunan yang semacam ini, ditekankan terhadap aparat Kampung untuk menyampaikan laporan sekaligus usulan melalui Kecamatan yang ditujukan terhadap Bupati, mengingat sarana dan prasarana semacam ini sangatlah riel darurat harus disikapi, “Kadis Bina Marga supaya tolong pembangunan jembatan ini dianggarkan pada APBD tahun 2020 depan, dan inijangan sampai kita tidak bangun tahun depan jangan terlompati, kebutuhan yang harus dikedepankan serta akan sangat terasa manfaatnya bagi warga masyarakat harus diprioritaskan, karena jembatan ini rutin dilewati warga,” tegas Bupati.

Ditempat terpisah, Sumaterapost.co ketika berbincang bincang dengan sosok pemimpin yang terlihat tidak pernah lelah ini, diuraikannya bahwa dengan membuat program ‘Bupati Gotong Royong’ ini, secara tidak langsung setiap hari pemimpin yang didampingi jajaran terkait akan berhadapan langsung dengan masyarakat, dampaknya pemimpin itu mampu menginventarisir apa yang menjadi kebutuhan mereka secara umum, “Masyarakat umum diKabupaten Lampung Tengah ini, hampir belum pernah ada sosok pemimpin yang mampu menyiapkan waktu atau kesempatan untuk mengajak warganya berkomunikasi secara langsung, padahal masyarakat itu juga punya hak untuk mengadu, mengeluh, bercanda ria dan dikasih sayang,” seloroh Bupati low profile ini.

Terakhir menutup perbincangan Loekman dengan Sumaterapost.co Ganda Hariyadi yang juga sebagai Ketua PWI Lampung Tengah ini, bahwa pada prinsifnya daerah sangat membutuhkan sosok pemimpinan yang mampu menyerap keluhan masyarakat dari level tingkat yang paling bawah, masyarakat diberikan kesempatan untuk tukar pendapat atau shearing, “Karena itu setiap ada agenda saya selalu berharap agar masyarakat dapat mendoakan fhysik saya selalu ready, serta saya diberikan kesempatan pafa priode depan untuk meneruskan semua program – program yang telah kita tularkan, andai pemimpinnya diganti secara otomatis program yang ada akan menjadi mentah kembali, karena itu semua tergantung masyarakat yang menilai, “Tutup mantan Staf Ahli Bupati ini. (ganda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here