Bupati Loekman : Seorang Pemimpin Harus Memiliki Skill

Sumaterapost, BEKRI – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menegaskan bahwa seorang pemimpin, harus memiliki skill dalam upaya mencarikan solusi agar bisa berinvestasi didaerah yang dipimpinnya, minimal pemimpin itu harus memiliki jam terbang untuk menghimpun kebutuhan yang ada didaerahnya.

“Sesuai dengan motto saya, yaitu geliat membudayakan gotong royong ditengah masyarakat, tentunya memerluka sepak terjang keras dalam mencari, menjemput sekaligus melahirkan sumber – sumber bantuan yang tidak lain bantuan dari pusat,” tdgasnya dihadapan para Ketua perkumpulan petani pemakai air (P3A) se – Lampung Tengah Rabu, 21/8.

Kegiatan Silaturahmi yang dipusatkan dikantor Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pengairan Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, Bupati Gotong Royong ini menegaskan bahwa diLampung Tengah memiliki saluran irigasi sepanjang 1592,13 Km dengan rincian 495,95 Km yang masih baik, sedangkan 91,39 rusak ringan dan 1004,79 Km dalam keadaan rusak berat, “Dalam setiuasi kelayakan irigasi hanya 31,15% yang kategori baik itu, tentunya kita tidak hanya membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah saja, hal itu tidaklah mungkin, karena yang lain – lainnya harus berjalan, sementara sawah sudah menanti untuk diairi, oleh karena itu mari kita galakkan Gotong royong, kita berdayakan sumber daya manusia yang ada,” harap Loekman ini.

Lebih lanjut ditegaskan, bahwa di Lampung Tengah memiliki 296 Kelompok P3A dengan jumlah anggota sekitar 14.800 anggota, dari begitu lumayan banyaknya anggota tentunya memiliki potensi yang berbeda – beda, termasuk pemikirannya harus dapat diberdayakan, “Ditahun anggaran 2020 yang akan datang melalui program Gotong Royong, akan saya berikan bantuan pemeliharaan terhadap masing – masing kelompok P3A sebesar 5 sampai 10 juta, dana tersebut harus betul – betul dimanage sedemikian rupa, jika ada saluran irigasi yang rusak, maka harus segera diperbaiki agar tidak merambah lebih parah lagi, ” tegas Bupati yang disambut dengan ‘yel-yel ‘ menggelegar dari P3A ini.

Terakhir Bupati ‘mewanti – wanti’ berharap agar saluran irigasi sepanjang 1004,79 Km yang maduk kategori rusak berat, tahun ini harus sudah bisa diperbaiki dengan cara menggalakkan gotong royong, sehingga para petani sawah dan masyarakat sekitar dapat menikmati hasilnya secara melimpah ruah, dan P3A dapat lebih sejahtera,

“Program ini harus kita iringi dengan satu langkah, satu tujuan dan satu suara yaitu program ‘lanjutkan’ semakin kita pertahankan, karena bila sebaliknya maka seluruh program yang kita rencanakan akan terhenti, karena itu mari kita pertahankan manajemen yang sudah mulai berjalan ini.(ganda/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here