Bupati Tegal Akui Corona Naik 100 Persen, Satu Dokter Terinfeksi Lagi

Tegal, Sumaterapost.co — Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal menaik 100 persen. Sampai ada lagi, satu dokter rumah sakit terinveksi virus corona.

Kabar memprihatinkan itu, terkuak dalam konferensi pers Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal – Kamis (24/6/2020).
Konferensi evaluasi dan persiapan pelonggaran kegiatan produktif dengan kebiasaan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19 sekarang ini.

Dalam konferensi itu. Bupati Tegal Umi Azizah blak-blakan membeberkan:
Perkembangan fantastis kasus positif virus corona yang menimpa Kabupaten Tegal belakangan.

Menurut Umi, dalam paska lebaran 1441 Hijriah sekarang ternyata kasus positif terus naik mencengangkan.
Jika sebelum lebaran cuma 16 kasus positif, bahkan dalam setengah bulan sempat stagnan.

“Sekarang tambah 16 kasus baru. Naik dua kali lipatnya atau 100 persen,” papar Umi prihatin — didampingi Wakil Bupati Sabilillah Ardie dan Kepala Dinkes Hendadi Setiaji.

Umi memahami penyebabnya. “Karena kesadaran masyarakat kita sendiri yang masih sangat rendah dalam mematuhi protokol kesehatan,” urainya.

Maka Umi berharap seluruh jajarannya agar lebih semangat lagi menanggulangi virus corona.

“Sekarang sudah ada Perbup (peraturan bupati) 35/2020 tentang penanggulangan kesehatan. Camat dan desa harus kreatif mensosialisasikannya,” pinta Umi.

Umi menjelaskan, bagaimana langkah Pemerintah Kabupaten Tegal selanjutnya dalam pandemi yang tak kunjung selesai ini.

“Saya telah menugaskan pak wakil bupati untuk persoalan ini,” kata Umi — yang mempersilahkan Ardie untuk memaparkannya.

Wakil Bupati Sabilillah Ardie mengatakan: Kabupaten Tegal sampai sekarang tetap komitmen menanggulangi Covid-19.
Namun ditengah masih masifnya pandemi, muncul tuntutan pelonggaran dari masyarakat itu sendiri agar dapat melakukan kegiatan produktif.

“Memang ini sulit diterapkan di Kabupaten Tegal yang berpenduduk 1,5 juta jiwa dengan luas wilayah 18 kecamatan dan 281 desa,” kata Ardie.

Atas pertimbangan kondisi tersebut. Maka, menurut Ardie, Pemerintah Kabupaten Tegal perlu menerapkan zonasi wilayah kecamatan dan pedesaan.
Penentuan zonasi berdasarkan data valid — tidak berubah-rubah.

“Sulitnya. Data update Covid-19 hingga sekarang masih berubah-rubah,” jelas Ardie jujur.

Disamping itu, Ardie juga memaparkan akan memanfaatkan QR Code. Alat untuk mengetahui dan memudahkan dalam melacak jika menemukan kasus Covid-19 baru.

“Pelaku usaha harus mau di QR Code, kalau mau membuka usahanya,” tekan Ardie — dihadapan kepala dinas, camat, kepala desa dan ketua Praja Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan sama: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji, membenarkan kabar desas desus ada seorang dokter lagi yang positif virus corona.

Namun menurutnya, dokter itu praktek di Rumah Sakit Kardinah Kota Tegal.
Dia dari Semarang KTP-nya Desa Kesamiran Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. “Di Kota Tegal sudah setahun dan tinggal dikontrakan Jalan Durian,” beber Hendadi lugas.

Kini Gugus Tugas Covi-19 Kabupaten Tegal, tengah melacak (tracing) 15 orang yang sebelume melakukan kontak erat dengan si dokter.
Diantaranya: “Ada satu dari Desa Suradadi dan satu lagi dari Desa Kesamiran,” beber Hendadi jelas.

Data update Covid-19 di Kabupaten Tegal, per Rabu (24/6/2020) ada tambahan dua kasus positif.

Jadi total jumlahnya telah mencapai 32 kasus. Sebanyak 4 orang meninggal dunia, 15 orang masih dirawat dan 13 orang sembuh.
aro agusriyanto aro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here