Bupati Tubaba H.Umar Ahmad, Sp Membuka Festival Tiyuh-tiyuh Secara Daring

SumateraPost.co, PANARAGAN – Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad SP, secara resmi membuka festival tiyuh-tiyuh secara daring melalui kanal Youtube Kominfo Tubaba pada Sabtu malam. Festival ini akan digelar mulai Sabtu 3 Juli hingga Minggu 25 Juli 2021 mendatang.

Kegiatan ini banyak menyuguhkan seni dan budaya dari masing-masing tiyuh seperti pementasan seni pertunjukan, pameran kuliner, pameran seni kriya, pameran pengetahuan tradisional, pameran kain tradisional, pameran fotografi tiyuh, fashion show kain nusantara dan schreening film tiyuh.

Umar Ahmad dalam opening ceremony berharap festival tiyuh-tiyuh ini menjadi salah satu jalan, dan membangkitkan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Tubaba yang dimiliki para leluhur dan memiliki relevansinya bagi kehidupan di masa ini.

“Tubaba memiliki lebih dari seratus tiyuh, dan ada 11 tiyuh yang pendiriannya dilakukan sejak ribuan tahun silam yakni Tiyuh Karta, Gunung Katun Tanjungan, Gunung Katun Malay, Gedung Ratu, Panaragan, Bandar Dewa, Menggala Mas, Penumangan, Pagar Dewa, Gunung Terang, dan Gunung Agung. Sisanya adalah tiyuh-tiyuh yang didirikan setelah transmigrasi. Banyak sekali produk kebudayaan yang ada di tiyuh yang semestinya tetap ada dan memiliki relevansi di masa-masa sekarang ini, dan kita bangkitkan dalam festival ini,” kata bupati.

Baca Juga :  AD Terjerat Pasal 114. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun

Menurut pria yang penuh kesederhanaan dan telah menjabat sebagai bupati Tubaba sejak 2014 silam, walaupun dalam festival kali ini belum menyentuh hal-hal yang mendasar tentang kebudayaan, pangan, lingkungan dan sebagainya, tetapi hal-hal baru yang menarik dari setiap tiyuh sudah muncul di dalam festival ini.

“Semua warga tiyuh bersemangat untuk mengingat ingat pengetahuan yang dimiliki oleh para leluhur, dan saya kira pengetahuan ini masih sangat relevan untuk kehidupan dimasa saat ini. Hasil pengetahun tersebut sedikit banyak akan dituangkan dalam gelaran festival yang akan berlangsung selama 22 hari ke depan,” ulasnya.

Mudah-mudahan, lanjut Umar, festival tiyuh tahun ini menjadi event yang terus menerus ada di Tubaba, dan menjadi salah satu ikon festival yang bisa menjadi wadah bagi seluruh warga tubaba khususnya dalam banyak melakukan kegiatan, dan memperkenalkan Tubaba ke luar daerah.

Baca Juga :  AD Terjerat Pasal 114. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun

“Sekali lagi mudah-mudahan festival ini bisa berjalan dengan baik selama beberapa hari kedepan, memberikan informasi yang sangat luas kepada khalayak tentang apa saja yang ada di Tubaba ini, khususnya di tiyuh-tiyuh. Selamat berfestival,” tutup bupati.

Sementara mempertimbangkan situasi pandemi, terutama semakin meningkatnya kasus penderita covid-19 di seluruh Indonesia. Panitia festival tiyuh-tiyuh yang semula rencana akan menggelar secara  langsung (luring) dan dipusatkan di kawasan Ulluan Nughik, Panaragan, kini disesuaikan ke dalam platform digital (daring) walapun sebagian rangkaian kegiatan seperti bazar kuliner, pameran seni kriya, pameran fotografi masih digelar secara langsung di venue-venue pameran di kawasan Ulluan Nughik dengan mengurangi kuantitas dan durasi pamerannya.

“Dari semula setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) menjadi hanya setiap hari Minggu jam 10:00-17:00 WIB. Sementara schreening film karya warga Tubaba hanya diperuntukan untuk undangan khusus dan secara luas dipertontonkan secara daring,” jelas Kadisporapar Tubaba, Mansyur Yusuf.

Seluruh seni pertunjukan, kata dia, disiarkan melalui metode tapping (pengambilan gambar terlebih dahulu), panitia telah membentuk tim  khusus untuk melakukan syuting di tiyuh-tiyuh penampil.

Baca Juga :  AD Terjerat Pasal 114. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun

“Festival tiyuh-tiyuh merupakan program Pemkab Tubaba melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tubaba.  Tema festival ini meminjam kearifan lokal Lampung “Sakai Sambayan” yang difahami sebagai gotong royong, saling tolong menolong, bahu membahu, dan saling memberi pada apa yang diperlukan orang lain,” tambahnya.

Lebih jauh, proses kerja festival ini sebagai upaya untuk mewujudkan visi kebudayaan Tubaba “Pulang ke masa depan”, sebuah visi yang memiliki pengertian

Lebih jauh, proses kerja festival ini sebagai upaya untuk mewujudkan visi kebudayaan Tubaba “Pulang ke masa depan”, sebuah visi yang memiliki pengertian memperbaiki kualitas  dalam semua aspek kehidupan.

“Tiyuh-tiyuh akan menampilkan konten festival secara bergiliran. Bahkan, sejumlah konten dipilih dengan harapan akan terjadinya aktivitas kreatif yang memiliki  dampak ekonomi yang berkelanjutan (sustainable). Seluruh kegiatan acara dapat disiarkan secara daring melalui chanel youtube resmi milik Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Tulang Bawang Barat,” tutupnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here