Burhanudin: Emoch, Kawasan Puncak Identik Kawin Kontrak

Sumaterapost, Bogor–Gencarnya pemberitaan kawin kontrak di kawasan Puncak, membuat kuping penas para pejabat di Pemkab Bogor. Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin, mengatakan Pemkab Bogor mulai mendata, kehadiran imigran Timur Tengah yang berada di kawasan Puncak Bogor.

Hasil pendataan Pemkab, tercatat tak kurang dari 1.000 orang imigran Timur Tengah berada di kawasan Puncak, Pemkab Bogor mengusulkan pada pemerintah pusat agar merelokasi para imigran tersebut, kawasan Puncak enggan disebut identik kawin Kontrak.

“Emoch, kawin kontrak ada di Puncak. Imigran itu kewenangannya bukan di pemerintah daerah, tapi pusat. Yakni Dirjen Keimigrasian dan seterusnya. Kami sudah menawarkan diri kepada pemerintah pusat, sebaiknya imigran itu tidak di Puncak, kata Burhanudin di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (21/9/2019)

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati, sebelumnya sudah menawarkan agar mereka dipindahkan. Jangan sampai kawasan Puncak sebagai kawasan isata bercitra buruk. ”Kawasan Puncak merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Nasional. Karena itu, kewenangan terkait kawasan itu berada di pemerintah pusat,” tutur Burhanudin.

Untuk itu Pemkab Bogor, tidak memiliki kewenangan untuk menata mereka, karena keberadaan imigran itu bagian dari kewenangan pemerintah pusat. Hanya saja kawasan Puncak sebagai destinasi waisata, agak kurang beruntung bila sebutan itu di alamatkan pada kawasan Puncak sebagai tempat kawin kontrak.

“Puncak itu sebagai DTW, Daerah Tujuan Wisata Nasional, Tentunya bukan hanya Pemkab Bogor saja yang harus peduli pada Puncak, Tapi provinsi dan pusat juga harus bersama-sama membantu DTW nasional ini menjadi daerah unggulan destinasi wisata”, tegas Burhanudin. (Den

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here