Camat Selatan: Covid-19 Buat Masyarakat Susah Semakin Susah

SumateraPost, Bogor – Camat Bogor Selatan, Kota Bogor Hidayatulloh, menyesalkan di tengah Pandemi Covid- 19 masih ada saja pihak tertentu yang memanfaatkan situasi nekad memotong Bantuan Lansung Tunai (BLT).

“Masyarakat sudah susah, dibuat semakin susah. Saya akan panggil aparat dibawah, yang berbuat nekat tersebut. Baik ditingkat RW hingga tingkat RT. Untuk klarifikasi menganai dugaan pemotongan dana BLT sebesar Rp, 25.000,- perorang,” kata Camat Bogor Selatan Hidayatulloh Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, dugaan penyunat dana BLT akan dipanggil untuk mengecek kebenaran. Sebab dana tersebut merupakan dana bantuan pemerintah.

“Saya akan tindak tegas dan saya akan perintahkan agar uang itu segera dikembalikan. Kasihan dong masyarakat sudah menderita karena pandemi corona, eh malah ditambah menderita,“ tegas Hidayatulloh.

Dikatakan, dana bantuan BLT tidak boleh disunat sepeser pun, masyarakat harus menerima bantuan utuh yakni sebesar Rp. 500.000,- sesuai yang dianggarkan Pemerintah Kota Bogor.

“Harusnya aparat terbawah membantu masyarakat untuk mendapatkan dana bantuan secara utuh. Bukan sebaliknya mencari kesempatan menyunat dana BLT. Apapun dalihnya, aparat dilarang menerima, apalagi maminta bagian,” ungkap Dayat panggilan akrab Camat Bogor selatan.

Ditegaskan, di semua tingkatan, tolong bijak dalam membantu menyelesaikan permasalahan ini. Jangan bertindak semaunya, hargai jerih payah Pemerintah yang sudah mengatur dengan susah payah bantuan dana BLT.

“Kalau membantu masyarakat dengan iklas. Karena masyarakat sedang mengalami kesusahan, jangan malah sebaliknya memanfaatkan situasi, demi keuntungan sendiri” pintanya.

Informasi diperoleh, pembagian BLT bagi warga terdampak corona dapat bantuan BLT akhir bulan September 2020 lalu, dibeberapa wilayah di Kota Bogor, ternyata memunculkan masalah baru.

Informasi itu menyebutkan, penyunatan dana terjadi di kawasan Kecamatan Bogor Selatan. Menurut pengakuan seorang penerima BLT beberapa waktu lalu, dirinya terpaksa harus kehilangan sebagian uangnya karena ‘disunat” oknum aparat ditingkat bawah.

Pengakuan warga Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan itu, dirinya bersama puluhan penerina dana BLT lain. Karena dana bantuan itu, bersumber dari pemerintah yakni dari APBD Kota Bogor. Informasi itu “disunat” sebesar Rp. 25.000 perorang oleh oknum mengatasnamakan aparat. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here