Cegah Covid-19, Wali Kota Instruksikan Pembatasan dan Pengetatan Aktifitas Warga

Payakumbuh, Sumatera Barat, SP.co,- Wali Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat keluarkan instruksi resmi melalui surat Nomor : 5 tahun 2020 tentang pembatasan dan pengetatan aktifitas warga dan aksesibilitas keluar masuk kota Payakumbuh dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi penyebaran dan dampak Corona Virus Disease (Covid-19) di kota Payakumbuh yang berbunyi sebagai berikut :

Pertama, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh mengkoordinir distribusi dan pemanfaatan sumber daya manusia THL Pemko Payakumbuh, Aparat TNI dan Polri serta relawan untuk melakukan pembatasan dan pengetatan aktivitas warga dan aksesibilitas keluar masuk Kota Payakumbuh.

Kedua, Memberi kewenangan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatur jadwal kerja di kantor dan bekerja dari rumah bagi ASN di unit kerja masing-masing dengan menyesuaikan keadaan dan kebutuhan kerja.

Ketiga, Melarang setiap orang yang masuk ke Kota Payakumbuh dari daerah terjangkit wabah Covid-19.

Keempat, Tim gugus tugas mendirikan posko pemantauan pada titik yang telah ditetapkan, melakukan pendataan dan menindaklanjuti semua kasus.

Kelima, Izin khusus keperluan keluar masuk darurat dapat diberikan oleh masing-masing pimpinan Forkopimda terhadap bawahan yang bersangkutan dan dikoordinasikan ke posko penanggulangan Covid-19 di masing-masing daerah.

Keenam, Dilarang bongkar muat barang langsung ke pasar dan mengarahkan bongkar muat barang serta kebutuhan pokok pada titik-titik di sepanjang jalan lingkar Utara, dan disterilisasi sebelum di distribusikan ke pasar-pasar dengan kendaraan berukuran kecil lainnya.

Ketujuh, Kota Payakumbuh untuk sementara tertutup bagi pendatang dan orang yang datang dari luar Kota Payakumbuh, sehingga Camat, Lurah dan Pengurus RT dan RW melakukan pemantauan kepada setiap tamu atau pendatang baru.

Kedelapan, Bagi setiap orang/ tamu/ pendatang baru yang lolos masuk ke Kota Payakumbuh maka yang bersangkutan diwajibkan untuk melapor serta memeriksakan diri ke posko covid-19 di wilayah masing-masing, setelah itu melakukan prosedur isolasi mandiri.

Kesembilan, Camat dan Lurah bersama-sama dengan KAN, Ninik mamak, LPM, Karang Taruna, Pengurus RT dan RW agar proaktif dalam mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah, melarang pertemuan, dan khusus penduduk yang berusia 60 tahun keatas agar tetap dirumah.

Kesepuluh, Dinas Sosial bersama Camat dan Lurah serta Ormas dan seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri melakukan penanganan dampak sosial dan dampak ekonomi yang ditimbulkan dengan mengintensifkan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat serta optimalisasi penggunaan anggaran Dinas Sosial.

Kesebelasan, Satpol PP dan aparat akan melakukan pengetatan dan boleh memerintahkan pembubaran pertemuan dan kembali kerumah masing-masing.

Keduabelas, Memperpanjang periode belajar di rumah bagi siswa PAUD,TK, SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA sampai dengan tanggal 15 April 2020.

Ketigabelas, Memberhentikan sementara pelayanan masyarakat yang diberikan di Mal Pelayanan Publik Kota Payakumbuh dan kebutuhan pelayanan langsung ke dinas terkait.

Keempat belas, Mematuhi himbauan MUI Sumatera barat terkait antisipasi wabah virus Covid-19 serta menghimbau kepada pengurus masjid dan masyarakat untuk sementera waktu tidak menyelenggarakan/melaksanakan shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat Zuhur di rumah.

Kelima belas, Melarang perjalanan dinas keluar daerah bagi ASN Pemerintah Kota Payakumbuh dengan tetap mempertimbangan kemaslahatan masyarakat Kota Payakumbuh dan kepentingan kemanusiaan.

Keenam belas, Meminta kepada pemilik jasa pengiriman untuk mensterilisasi barang hantarannya.

Ketujuh belas, Melarang resepsi pernikahan selama masa tanggap darurat bencana wabah corona diterapkan sampai keadaan kembali normal.

Kedelapan belas, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh menyediakan APD bagi Dokter dan Tenaga Medis yang menangani pasien dan suspek corona virus, serta menambah ruang isolasi pasien di Rumah Sakit Adnaan WD dan RSI Ibnu Sina.

Kesembilan belas, Agar semua pihak yang terlibat dalam penanganan wabah virus corona menginstal aplikasi ZOOM Cloud Meetings pada perangkat smartphone masing-masing dalam rangka mengikuti rapat yang dilaksanakan secara online dan meniadakan rapat/ pertemuan yang menghadirkan peserta rapat secara langsung di lokasi pertemuan.

Dan yang kedua puluh adalah, Toleransi terhadap Instruksi Walikota tentang pembatasan dan pengetatan aktivitas warga dan aksesibilitas keluar masuk Kota Payakumbuh diberikan selama tiga (3) hari semenjak instruksi ini ditetapkan.

Itulah bunyi surat instruksi dari Reza falepi Wali kota Payakumbuh yang diberlakukan sejak surat tersebut ditandatangani, Jumat 27 Maret 2020.

Laporan : Don DS/ Tersa
Editor : Elvis Simon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here