Curhat Penjual Kue Keliling Yang Terbantu Akses Jalan TMMD Reguler Brebes

Brebes SumateraPost.co – Sebagai pedagang kue keliling, Toyanah (49), warga Dusun Kutagaluh RT. 03 RW. 02, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga menyambut gembira atas terbukanya jalan tembus di desanya, dari Dusun Karanganyar ke Dusun Kedung Kandri, sepanjang 2,2 kilometer melalui TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes.

“Bagaimana tidak ikut senang, jalan TMMD selebar sampai 6 meter itu kini membuat saya sangat lancar jualan kue keliling sampai ke Dukuh Kedung Kandri. Terima kasih Ibu Bupati Idza dan TNI,” ucapnya, Sabtu (3/10/2020).

Sama seperti warga Desa Kalinusu lainnya, apresiasinya itu sangat jelas karena jalan TMMD itu kini menjadi akses seluruh profesi di Kedung Kandri, dan juga yang berkepentingan kesana, termasuk Toyanah yang mulai mendapatkan tambahan penghasilan dari warga dusun tetangganya itu.

Dia menceritakan kondisi sebelumnya untuk mengakses dusun yang baru saja merdeka dari keterisoliran itu, bahwa warga Dusun Kedung Kandri harus menyeberang Kali Pemali dengan perahu dan memutar melewati sejumlah desa di Kecamatan Bantarkawung dan Bumiayu, hanya untuk ke Balai Desa Kalinusu dan ke sejumlah dusun lain di desanya Kalinusu.

Untuk waktu memutar itu juga tak main-main, yakni 45 menit lebih, padahal jaraknya hanya sejauh 8 kilometer saja. Naik rakit itu juga menjadi hambatan tersendiri, karena dirinya fobia menyeberang Kali Pemali, sehingga itulah yang membuatnya enggan berjualan keliling sampai kesana.

“Untuk ongkos penyeberangan adalah Rp. 5 ribu per sepeda motor, ditambah seribu rupiah per kepala. Sedangkan untuk sepeda kayuh adalah Rp. 2 ribu,” sebutnya.

Ditambahkannya, yang lebih tragis lagi, jika Kali Pemali banjir maka 100 kepala keluarga di Dusun Kedung Kandri benar-benar terisolasi karena tidak bisa kemana-mana, yaitu mendapatkan berbagai pelayanan umum di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Bantarkawung.

“Untuk ke pasar terdekat, Pasar Bangbayang Bantarkawung, juga tidak bisa jika Kali Pemali banjir sehingga harga kebutuhan pokok jelas menjadi lebih mahal karena stoknya terbatas,” pungkasnya. (Dar/Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here