Curug Nangga Banyumas Menambah Jumlah Air Terjun Bertingkat di Indonesia

SumateraPost, Banyumas – “Apik tenan mbok Curug Nangga di Petahunan Banyumas.” Itulah yang dikatakan Indra Lesmana (25), wisatawan asal Desa Panusupan RT. 02 RW. 08, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, saat berada di air terjun tingkat tujuh “Curug Nangga” di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jateng. Minggu (2/8/2020).

Dalam bahasa Indonesia berarti, bagus sekali Curug Nangga di Petahunan Banyumas.

Bukan tanpa sebab apa yang dikatakannya, menurutnya, Curug Nangga akan menambah jumlah 5 air terjun bertingkat yang tersebar di penjuru Nusantara.

“Di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan ada Curug Buluh, di Kecamatan Sekuas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat ada Riam Kuweg, di Gunungkidul DIY ada Air Terjun Kedung Kandang, di Desa Beng Kota Gianyar Bali ada Air Terjun Kato Lampo, dan juga di Kota Tonusu, Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah ada Air Terjun Saluopa tingkat 12,” bebernya.

Indra juga menyatakan bangga atas pembangunan jalan wisata menuju Curug Nangga, berupa jalan beton sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, dari Jalan Semingkir, Dukuh Semingkir, Petahunan, yang tepat berakhir di pelataran parkir Curug Nangga.

Menurutnya, jalan beton hasil TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas itu, sangat mudah dilalui kendaraan bermotor. Pasalnya, dulu wisata air ini kurang begitu menarik karena para pengunjungnya harus berjalan kaki menyusuri jalan batu setapak sejauh 2 kilometer dari tempat parkir di Dukuh/Desa Petahunan, selama 20-30 menit.

“Saya datang ke Curug Nangga karena sedang viral di medsos, jalannya sudah bagus setelah dibangun melalui TMMD,” imbuhnya.

Tak lupa dirinya juga mengapresiasi TNI yang telah berkontribusi membantu Pemda dan masyarakat Petahunan walaupun sedang dalam pandemi covid.

Sementara disampaikan Letda Armed Sukirno, Ketua Tim Publikasi TMMD Reguler 108 Banyumas, pihaknya tak hanya mempublikasikan pembangunan fisik yang dilakukan TNI bersama segenap unsur dan masyarakat setempat. Namun juga segenap kearifan lokal dan potensi-potensi wisata di Desa Wisata Petahunan.

Selain Curug Nangga, di Petahunan juga ada obyek wisata yang cukup terkenal, yaitu pemandangan alam di Bukit Watu Kumpul.

“Selai kedua obyek wisata andalan itu, di sekitar jalan beton TMMD juga ada Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran),” ujarnya.

Ditambahkannya, jalan beton tersebut akan menjadi cikal bakal bagi desa setempat untuk melakukan pembangunan infrastruktur lanjutan menuju sejumlah potensi wisata terpendam tersebut. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here