Dalman dan Hensil Baca Puisi Paus Sastra Lampung

SumateraPost – Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Dr Dalman dan Hensilyana Thomas menyambut ajakan baca puisi Isbedy untuk channel youtube Paus Sastra Lampung.

Sejumlah tokoh baik dari Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Palembang telah terlibat dalam channel ini untuk sesi tribut.

Baru-baru ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, Dr Dalman mengapresiasi channel ini denga membaca 3 puisi karya Isbedy.

Minggu malam (19/7), giliran Hensilyana Thomas, owner Puncak Mas, Sukadanaham, Bandarlampung, membacakan 4 puisi karya sastrawan yang khas bertopi dan rambut gondrongnya.

“Selain 2 puisi tema Tegal Mas Island, bu Hensil juga membaca 2 puisi dari buku ‘Di Alunalun itu Ada Kalian, Kupukupu, dan Pelangi’ juga kolaborasi dengan Isbedy membaca puisi ‘Ia Bayangkan Laut’,” ujar Arief Mulyadin dari Djadin Production.

Menurut Arief, menggandeng owner Puncak Mas dan Tegal Mas Island itu guna memperkenalkan objek wisata di Lampung melalu karya sastra dan dunia virtual.

“Jadi bukan sekadar memasyarakatkan karya sastra, tapi mengenalkan wisata juga,” katanya lagi.

Isbedy Stiawan ZS yang membacakan 4 puisi di Puncak Mas, mengaku kehadiran Hensilyana karena diundang. Ia menyiapkan sejumlah puisi untuk dipilih mana yang akan dibacakan.

“Bu Hensil milih 2 puisi dari antologi puisi ‘Tegal Mas Island dalam Antologi Puisi’ dan dari ‘Alunalun…’,” jelas Isbedy.

Isbedy berterima kasih kepada para tokoh yang berkenan bacakan puisi-puisinya. Umumnya, masih kata Isbedy, tokoh yang saya minta sudah mengenal puisi-puisinya.

“Termasuk bu Hensil Thomas,” ungkapnya.

Di Puncak Mas, destinasi wisata di Bandarlampung itu, Paus Sastra Lampung itu membaca puisi “Puncak Mas”. Inilah puisi Isbedy Stiawan ZS.

Puncak Mas

Sampai pada puncak mas
Hilang segala cemas
Kita telah sampai kini
Lepas kau punya lelah

Kabut senja
Dan lelampu nyala
Sampai pada hatiku;
Benderang

Seriang remaja
Bekejaran di antara kursikursi
Taman yang dingin

Orangorang yang mampir
Menikmati diri ini di kursi
Yang juga basah

Mari lupakan penat
Kita sulang keriangan

Kegembiraan yang lama
Telah jadi senja…

2020

Djadin Produksi yang diperkuat Dimas AJ, Ara Nugraha, dan Arief Mukyadin mengajak mahasiswa Indonesia di Universitas Leiden, Nazaruddin, untuk membacakan puisi Isbedy dari buku “November Musim Dingin”.

Dari Amsterdam, Denise Zaitun–warganegara Belanda menyatakan siap membaca puisi-puisi Isbedy. (zal/inilampung.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here