Dampak Perang Rusia Antara Ukraina Terhadap Perekonomian Indonesia

Relawan Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina membantu seorang perempuan menyeberang jalan di Kharkiv.Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke-21. Dampak Perang Rusia Ukraina juga dirasakan negara lain. (AP Photo/Andrew Marienko) sumber BBC News.

Sumaterapost.co | Dampak Perang Rusia antara Ukraina terhadap Perekonomian Indonesia sudah berlangsung lebih dari 4 minggu, dan diwarnai dengan serangkaian sanksi ekonomi dari berbagai negara atas respon terhadap invasi di negara yang dipimpin Presiden volodymyr zelensky.

Sanksi ekonomi dari AS dan Eropa terhadap Rusia, dijatuhkan pada sejumlah bank, perusahaan, pejabat, dan miliarder negara. Itu membekukan aset mereka dan membatasi akses ke pasar keuangan global.

Pertanyaannya apakah Indonesia terdampak secara ekonomi?

Mengutip berita BBC News Konflik di Ukraina akibat invasi Rusia telah menyebabkan kenaikan harga pangan hingga energi di Indonesia, kata direktur Center of Economic dan Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Mayoritas kenaikan harga pangan di dalam negeri, kata Bhima, merupakan implikasi dari terhambatnya perdagangan antara Indonesia dengan Ukraina dan Rusia.

Ukraina merupakan pemasok gandum terbesar bagi Indonesia. sebaliknya bagi Ukraina, Indonesia adalah negara tujuan ekspor gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum atau setara 27% dari total 10,29 juta ton yang diimpor Indonesia pada 2020.

Bhima mengatakan, kenaikan harga gandum cepat atau lambat akan berdampak pada konsumen di Indonesia, mengingat gandum merupakan bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu. Indonesia sendiri merupakan negara pengonsumsi mi instan terbesar kedua di dunia, dengan total 12,6 miliar porsi pada 2020.

“Dampaknya harga bisa naik, berat bersih produk berkurang, atau menurunkan kualitas,” kata Bhima kepada BBC News Indonesia, Jumat (04/03).

“Tapi mie instan kan banyak dikonsumsi juga oleh masyarakat kelas menangah bawah, sehingga kenaikan harga 1.000 rupiah saja akan terasa,” ujar dia.

Meski Indonesia bisa mencari alternatif produsen gandum lain untuk memenuhi kebutuhan gandum, Bhima menjelaakan prosesnya akan memakan waktu. Sementara itu, harga gandum akan tetap mengacu pada harga yang ditetapkan secara global, sehingga kenaikannya tidak bisa dihindari. Setelah invasi ke Ukraina terjadi, harga gandum global naik sebesar 5,35% menjadi US$9,84 atau sekitar Rp141.373 per gantang.

Kenaikan itu mulai tertinggi sejak 2008, jadi dampak pangan yang mempengaruhi perekonomian yang secara langsung terhadap daya beli serta kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak semuanya terpengaruhi, hanya saja kebutuhan sekunder seperti mie Instans akan lebih mahal nantinya.

Dalam pertanian sedikit mempengaruhi harga pupuk karena Rusia baru-baru ini telah melarang ekspor Amonium Nitrat (AN) yang merupakan bahan dasar pembuatan pupuk. Hal itu akan memicu kenaikan harga pupuk, dalam 6 bulan kedepan harga beras bisa juga naik jika tidak pemerintah Indonesia tidak mengantisipasinya.

Sumber Foto CNN Indonesia.

Salah satu dampak yang telah terasa akibat invasi Rusia ke Ukraina adalah Harga gas LPG non-subsidi telah naik dari Rp13.500 per kilogram menjadi Rp15.500 per kilogram sejak 27 Februari lalu.

PT. Pertamina Patra Niaga menyatakan, kenaikan harga itu terjadi karena mengikuti perkembangan terkini industri minyak dan gas.

Di tengah kenaikan harga komoditas pangan dan energi, Bhima memperkirakan bunga pinjaman juga akan terpengaruh oleh situasi di Ukraina. Inflasi yang meningkat akan menyebabkan biaya pinjaman naik, sehingga akan ditanggung oleh konsumen.

“Komsumen juga menanggungnya misalnya pada kredit kendaraan bermotor yang naik, KPR juga akan lebih mahal, jadi konsekuensinya ke sana. Kenaikan bunga pinjaman itu konsekuensi logis, dari situasi saat ini,” kata dia.

Mengutip Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS Setianto juga telah mengingatkan, bahwa sejumlah komoditas ekspor maupun impor Indonesia dengan Rusia maupun Ukraina akan terpengaruh dan bisa memicu inflasi. Tetapi, seberapa besar pengaruhnya baru dapat terlihat pada data yang akan dirilis bulan depan.

Kesimpulannya adalah perekonomian Indonesia secara universal terdampak dari sektor pangan, bahan bakar minyak, property dan lainnya. Mudah-mudahan perang Rusia dan Ukraina berakhir selamanya karena ini adalah konflik secara Universal mempengaruhi perekonomian seluruh Dunia.

(Elisa)