Dandim Brebes Berharap Media Bantu Publikasi Potensi Wisata di Kalinusu dan Galuh Timur Brebes

Brebes SumateraPost.co – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan berharap dukungan dari media di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ibu Kota Jakarta, dan juga luar Jawa, untuk membantu mempublikasikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan non fisik/SDM masyarakat Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melalui TMMD Reguler ke-109 Brebes.

”Berkaitan dengan publikasi pelaksanaan TMMD Reguler Kalinusu, kami mohon support dari segenap media baik cetak, online maupun elektronik. Dengan demikian, seluruh derap pembangunan fisik dan non fisik masyarakat Kalinusu juga diketahui umum,” paparnya di lokasi TMMD, Senin (14/9/2020).

Selain kedua sasaran itu, diharapkan segenap media membantu memperkenalkan potensi wisata yang ada di Desa Kalinusu dan sekitarnya, sehingga diharapkan kedepan akan bermanfaat bagi kesejahteraan perekonomian masyarakat dari sektor jasa pariwisata.

Dandim juga berharap di pelaksanaan TMMD Regular yang direncanakan secara resmi akan dibuka Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH tanggal 21 September 2020 mendatang, peran warga masyarakat setempat khususnya, tak kendur dalam membantu tugas Satgas TMMD nantinya.

Untuk diketahui, potensi wisata di Desa Kalinusu adalah taman agrowisata di tanah bengkok milik 5 desa (Kalilangkap, Kalisumur, Kaliwadas, Pamijen, dan Desa Kalinusu) yang akan mulai digarap pasca jalan TMMD jadi, serta Eduwisata Kandang Pelangi, yaitu ladang pengembalaan ternak sapi Jabres (Jawa Brebes) seluas 100 hektar, dan agrowisata pertanian terpadu Maribaya seluas 250 hektar, dimana keduanya terletak di Dusun Maribaya dan sedang dikembangkan.

Sedangkan sejumlah potensi wisata di desa tetangganya, yaitu Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, meliputi Candi Gagang Golok di Dukuh Kalipucung, Situs Kampoeng Purba yang merupakan menyimpan fosil-fosil purbakala, dimana salah satunya adalah fosil manusia purba homo erectus arkaik (1,8 juta tahun), dan diperkirakan lebih tua dari fosil manusia purba di Sangiran, Sragen (1,5 juta tahun).

Selain itu juga ada Situs Gajah Wong, Makam Dawa (makam panjang), dan juga Saka Penganten Jembatan Kali Belang (tiang kembar penyangga jembatan kereta api peninggalan zaman Belanda yang berbeda dengan jembatan-jembatan kereta api lainnya di Indonesia).

Untuk panjang jembatan kereta api itu sendiri kurang lebih 100 meter, dengan ketinggian 50 meter, dan tiang-tiang penyangganya berbentuk tangga sebanyak 22 tiang. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here