Dedi Bachtiar Dipanggil KPK, Sebagai Saksi Rachmat Yasin

SumateraPost, Bogor – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Dedi Ade Bachtiar dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, untuk tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) Jumat (20/11/2020).

Dalam kasus ini, Rachmat diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekitar Rp 8,93 miliar. “Dedi Ade Bachtiar di dalami pengetahuannya terkait dugaan pemberian uang pada tersangka RY,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Saat itu, Dedi Bachtiar sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah Kabupaten Bogor periode 2010-2013. Dedi Bachtiar sempat diperiksa sebagai saksi pada Rabu (3/6/2020) lalu.

Saat itu, penyidik mengonfirmasi dugaan pemotongan dan pengumpulan uang untuk diberikan kepada Rachmat Yasin. Dana tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif pada 2013 dan 2014.

RY diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Gratifikasi lahan diduga diberikan oleh seorang pemilik tanah untuk memuluskan perizinan lokasi pendirian pondok pesantren.

Sedang gratifikasi mobil diduga berasal dari pengusaha yang memegang sejumlah proyek di Kabupaten Bogor.

Rachmat disangka melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap terkait rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat tahun 2014. Dalam kasus ini, Rachmat divonis bersalah dan dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan. Diapun telah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung hingga bebas Mei 2019 lalu. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here