Dedie Dorong 40 KWT Berprestasi, Komitmen Kuat Hasilkan Pulus

SumateraPost, Bogor – Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim dorong dan beri motivasi peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Pertanian dan Penyuluhan Pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) berprestasi digelar di Hotel Salak Bogor Senin dan Selasa (2/3/2021)

Bimtek yang diinisiasi Komisi empat DPR RI, Polytehnik Pengembangan Pertanian menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Pertanian (DKPP) Kota Bogor diikuti 40 KWT, kelompok Tani dewasa dan taruna tani selama dua hari.

“Di Kota Bogor banyak tempat inspirasi yang bagus untuk berpacu memberdayakan diri melalui kegiatan urban farming guna meningkat perekonomian,” kata Dedie A Rachim.

Dedie menyebut sekaligus mencontohkan keberhasilan kelompok tani Berkah Mutiara Bogor Raya (MBR) sebagai tempat inspiratif yang dinilai berhasil. Menurut Dedie berkat komitmen yang kuat ditambah tekad untuk berkarya dan menghasilkan uang.

Baca Juga :  Kapolres Disambut Tarian Papua, Saat Berkunjung di Ponpes Daarul Rasul

” Saya sudah buktikan sendiri saya datang tanpa telpon telpun datang ingin memastikan kerja mereka. Ternyata memang mereka bekerja dan bertekad untuk maju,” ungkap Dedie.

KWT berkah MBR, diawali dengan mengelola sampah rumah tangga tiga orang ibu ibu mengelola sampah dari 1000 KK dapat 800 kilo sampah organik. “Mereka menghasilkan uang perminggu sampai dua tiga juta. “Dinas kebersihan hanya mengangkut residunya saja dan tidak bisa lagi diolah,” kata Dedie.

Dedie menjelaskan, yang menarik dari mereka, ibu KWT MBR berternak magot dengan memanfaatkan sisa makanan untuk menjadi makanan magot, dan magotnya gemuk gemuk dijadikan pakanan lele. Mereka menghasilkan 1,5 ton lele sebulan.

Baca Juga :  Sowan ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikan PNBP

Tak berhenti disitu kata Dedie DKPP Kota Bogor membantu ayam Arab, dikasih makanan magot menghasilkan telor 15O butir perminggu termasuk berternak ayam pedaging juga.

Magot juga diberikan pada burung puyuh sebagai makanannya dan mendapatkan 2000 butir perhari, lagi lagi Dedie mengatakan, Ini bentuk komitmen. Dia berharap dari 40 KWT yang tengah mengikuti Bimtek dapat meniru keberhasilan tiga orang ibu KWT MBR dan menularkan ilmunya ditempat lain.

“Kini KWT berkah MBR telah melambung, Lele dikasih bumbu dan dimasukan prozen dalam bentuk kemasan, dan dijual dan masuk dalam penjualan online” tutur Dedie.

Baca Juga :  Penetapan Calon Kepala Desa Muntur Kecamatan Losarang

Dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara integratif. Diakui, KWT Berkah MBR tidak berdiri sendiri. Mereka bagian dari Tempat Pengelola Sampah Terpadu (TPST) MBR. Kini dikembangkan sebagai Kawasan Urban Farming (Pertanian Perkotaan) terintegrasi berbasis bebas sampah.

Keberhasilan ini, tak sedikit tamu dari berbagai daerah merespon dari lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga penelitian dan berbagai komunitas telah berkunjung dan belajar banyak hal disana.

“Bank Indonesia (BI) membuat screen house, untuk mengembangkan pertanian hydroponic. Luas lahan yang dibutuhkan tak seberapa,” pungkasnya.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here