Denny Wismanto, Bercerita Manfaat Sampah Hasilnya Memukau

SumateraPost, Bogor – Kepala Dinas Lingkuhngan Hidup (DLH) Kota Bogor Denny Wismanto, bercerita banyak tentang sampah. Sejak dilantik lima bulan lalu, pria kelahiran Bogor terus bermonuver ciptakan perubahan di instansinya.

Menurutnya, ternyata sampah bila direduksi setiap hari sangat bermanfaat. Salah satunya membudidaya magot. “Kita bukan semata mata membudidayakan, tetapi mengajak masyarakat, untuk mereduksi sampah dengan baik, menghasilkan uang” katanya.

Denny menegaskan, tujuan reduksi itu selain bisa bermanfaat, dapat mengurangi beban sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Kami mengajak pada seluruh warga Kota Bogor untuk memanfaatkan potensi sampah ini dengan mereduksi sampah, mejadi berbagai produksi baik menjadi pupuk, gas alam dan
pupuk cair serta membudidaya magot”, kata Denny Wismanto Selasa (29/9/2020)

Denny mencontohkan, setiap hari para karyawan DLH wajib membawa sampah dari rumah masing masing. Sampah itu dipilah ada buat makanan magot. Menghasilkan bio gas, sebagian lagi jadi pupuk.

Dia berharap, kegiatan ini akan menjadi kebiasaan rutin sehari hari masyarakat. Dipastikan konsep ini telah berjalan, beban produksi sampah masyarakat yang jumlahnya sekitar 600 ton perhari, akan berkurang. “Cara ini akan membantu kami, dalam penanganan kebersihan di Kota Bogor “ harapnya.

Dikatakan, mereduksi sampah benar benar bermanfaat. Awalnya sampah dibuang begitu saja, padahal, bila masyarakat terbiasa mereduksi sampah, yang jelas menambah pendapatan masyarakat.

Hasil budidayaan magot misalnya, harganya menjanjikan yakni Rp 40 ribu per kilogramnya. Jika bisa mengasilkan banyak, tentunya akan banyak pula mengasilkan uang” ungkap Denny.

Larva magot ini tutur Denny cukup mahal perkilonya,Rp 400 ratus ribu. Bila perbulan bisa mengahsilkan sepuluh kilo saja. “Kita sudah mendapat penghasilan sebesar Rp 4 juta, itu sisa sampah yang kita buang loh” ujarnya.

Sebelumnya, ujar Denny sampah itu paling hanya dijadikan pupuk saja, tetapi saat ini, sampah bisa diolah menjadi beberapa produksi diantaranya, pembudayaan magot, sebagai pakan ikan dan burung.

“Sampah organik bisa diolah menjadi bio gas atau gas alam untuk kebutuhan rumah tangga. ,
Kompos cair, pengganrti pupuk kompos. Semuanya berasal dari sampah yang biasa kita buang sehari hari,’ ungkap Denny. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here