Dewi Aryani Beberkan Peluang Kerja Di Luar Negeri Untuk Karang Taruna Dan Kader Partai


TEGAL SumateraPost.co  – Dewi Aryani, M.Si Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan segera menggelar kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Perlindungan Menyeluruh Kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai warga negara VVIP (Very Very Important Person). Sosialisasi rencana akan dilaksanakan pada tanggal 25 Februari mendatang dan akan di ikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari puluhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Tegal bersama para Ketua Karang Taruna 18 Koordinator Kabupaten Tegal dan unsur masyarakat kepemudaan yang lain.

Baca Juga :  Pengawasan Pemulihan Ekonomi Dampak Covid 19 Dalam Sektor Pertanian dan Perternakan

Acara yang rencana akan di laksanakan di Pendopo Rumah Aspirasi Dewi Aryani di Kecamatan Suradadi ini menurut DeAr panggilan akrab anggota Dewan yang sudah 3 kali menjadi DPR RI dari Jateng IX ini bertujuan untuk menginformasikan kepada para pemuda pemudi bagaimana cara bisa bekerja ke luar negeri dengan aman. Bermigrasi yang aman menjadi PMI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Darurat Sampah, Idza Dorong Maksimalkan Unit Pengelolaan Sampah

Dewi Aryani mengatakan,”Peluang kerja ke luar negeri ini sangat besar. Namun untuk menjadi PMI ini ada syarat yg harus dipenuhi, antara lain usia minimal harus 18 tahun, sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan oleh lembaga kesehatan resmi, memiliki kompetensi, serta memperoleh ijin dari keluarga dan diketahui Kepala Desa. Apalagi dampak dari pandemi Covid-19 banyak sekali pekerja muda yang kena PHK maka ini menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi pekerja di luar negeri”.

Baca Juga :  Terjaring Petugas, Warga Kersana dan Tonjong Brebes Dihukum Push Up

Di harapkan dengan adanya kegiatan ini maka anggota Karang Taruna di kabupaten Tegal yang berjumlah ribuan pemuda pemudi mendapatkan informasi mengenai regulasi dan prosedur yang benar dan tidak mudah tertipu iming-iming informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.(Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here