Diduga Perjalanan Dinas di Mark Up Rp 223 Juta, Sekwan Musi Rawas Bungkam

SumateraPost.co, MUSI RAWAS – Sekretariat DPRD kabupaten Musi Rawas (MURA) tahun 2019 menganggarkan Perjalanan Dinas menggunakan transportasi darat, namun kegitan tersebut jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumsel yang Diduga kelebihan bayar sebesar Rp 223 juta atau Diduga di Mark Up.

Dugaan kelebihan bayar tersebut, terlihat dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI dengan Nomor 14.C/LHP/XVIII.PLG/04/2020.

Berdasarkan Hasil pemeriksaan pihak BPK atas kelengkapan dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas, dan perbandingan dengan hasil konfirmasi menunjukan, Perjalanan dinas mengunakan mobil Travel tidak dapat diyakini kebenarannya.

Baca Juga :  Mayoritas Warga Patuhi Prokes COVID-19, Penerapan PPKM di Muba Tidak Terasa Rumit

Hasil konfirmasi BPK dengan pihak Travel menunjukan terdapat perbedaan format tiket, cap/stempel dan tanda tangan dari pihak Travel. Pihak travel menyatakan tidak pernah mengubah cap/stampel dan format tiket sejak travel itu berdiri.

Selain itu, keterangan dari PPTK kepada BPK menyatakan, bahwa pelaksanaan perjalanan dinas tidak memberikan tiket travel untuk proses pembayaran. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kelebihan pembayaran perjalanan dinas sebesar Rp 223.209.000,00.

Baca Juga :  Ditanya Bangunan Tangga ke Sungai, Kades Babat Tawari Uang Kepada Wartawan

Bedasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, hal tersebut disebabkan oleh, Sekertaris DPRD kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas pada satuan kerjanya.

Serta pejabat keuangan dan PPTK kurang cermat dalam memverifikasi kebenaran, kelengkapan, dan keabsahan bukti bukti pertangungjawaban perjalanan dinas sesuai dengan ketentuan. Serta Pelaksana perjalanan dinas tidak mematuhi ketentuan perjalanan dinas.

Baca Juga :  Bupati Dodi Reza Hadiri Audiensi dengan Ketua KPK RI Firli Bahuri

Mengenai audit BPK tersebut, pihak wartawan mengkonfirmasi kepada Sekertaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Musi Rawas Amir Hamzah. Namun sayang, wartawan tidak mendapat konfirmasi dari Sekretaris Dewan. Berkali-kali wartawan menghubungi melalui via telepon dan via aplikasi WhatsApp dengan nomor 0852-1252-xxxx, Amir Hamzah masih Bungkam.
(Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here