Serang – Indonesia dikenal luas dengan kekayaan kulinernya yang bukan hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar internasional. Di Provinsi Banten, salah satu kuliner andalan yang terus naik daun adalah nasi rabeg.
Nasi rabeg berbahan dasar daging sapi yang dimasak dengan perpaduan rempah khas, seperti cabai merah, lengkuas, bawang putih, bawang merah, dan jahe. Cita rasanya semakin kuat dengan tambahan bumbu instan kabek, kayu manis, serai, daun jeruk, daun salam, kecap, garam, gula merah, merica, hingga micin.
Proses pembuatannya diawali dengan merebus daging hingga setengah matang. Sementara itu, bumbu-bumbu dihaluskan lalu ditumis hingga harum dan matang. Setelah itu ditambahkan air dan dimasak bersama daging sampai empuk dan bumbu meresap sempurna.
“Tidak seperti rendang, nasi rabeg ini tidak pakai santan,” jelas Nabila saat ditemui dalam Pentas Budaya, Hiburan, dan Pameran UMKM pada rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Banten, Sabtu (07/02/2026).
Meski baru dikenalkan sekitar empat tahun terakhir, nasi rabeg telah menunjukkan perkembangan pesat. Bahkan dalam kurun waktu tersebut, kuliner ini berhasil menembus pasar internasional berkat dukungan pelaku UMKM dan Bank Indonesia.
“Untuk bisa mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia, pihak Rabeg T’eng melakukan presentasi dan lolos uji,” pungkas Nabila.(*)




