Dinkes Akui, Kematian AW Guru Olah Raga Bukan Disebabkan Covid-19

SumateraPost, Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor, akui meninggalnya pensiunan guru SDN Papandayan Kota Bogor, berinitial AW yang di rawat di RSIA Hermina Yasmin dan meninggal bukan terdampak Covid-19.

“Hasil swab tes yang dilakukan RSIA Hermina Yasmin ternyata negatif. Tiga hari setelah, kematian AW,” kata Kabid Yankes Dinkes Kota Bogor, Oki Kurniawan dalam keterangan Pers Rabu (21/10/2020) siang.

Langkah yang di lakukan RSIA Hermina Yasmin berupa pemakaman jenazah AW dengan protokol Kesehatan dan dikebumikan diarea pemakaman Kayu Manis Tanah Sareal Kota Bogor sesuai ketentuan protokol kesehatan.

Kematian AW tidak diizinkan dibawa pulang oleh keluarga terkait aturan karena Khawatir jenazah dibawa pulang dapat menularkan masyarakat ditempat tinggal almarhum. Sehingga penyebaran meluas ditengah upaya pemerintah membebaskan Kota Bogor dari Pandemi Covid- 19.

“Bila almarhum, terkonfirmasi positif dan diizinkan dibawa pulang oleh keluarga dapat terjadi penularan yang lebih besar lagi,” tegas OKI.

Dijelaskan, Surat RSIA Hermina Nomor : 3410/YANMED/RSHBGR/X/2020, tanggal 16 Oktober 2020, ditandatangani Direktur RSIA Hermina dr. Emma Ratnawaty. MARS, menerangkan Tn AW (66) no.MR. F290795, warga Bogor Utara merupakan pasien RSIA Hermina yang dirawat dan masuk tanggal 11 Oktober 2020 dengan Diagnosa Penurunan Kesadaran + CHD on HD + Suspect Penumonia Covid-19” jelas Oki.

Dikatakan, penyakit pasien dikonsultasikan dengan Tim Dokter Spesialis Paru, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Penyakit Saraf.

Pasien dirawat diruang Isolasi dan AW, meninggal dunia pada 12 Oktober 2020, hasil swab 1 (11 Oktober 2020) dan swab 2 (12 Oktober 2020/post mortem) belum ada hasil. “Swab baru diketahui, tanggal 14 Oktober 2020 dan AW dinyatakan negatif covid-19” kata Oki.

Menurut OKI, AW dimakamkan sesuai protokol covid-19, atas persetujuan keluarga dan 1 orang perwakilan diperkenankan masuk untuk melihat jenazah hingga ikut menyolatkan.

Oki membela Pemulasaraan dengan Protokol Pemakaman Jenazah Covid yang dilakukan Rumah Sakit itu, sesuai surat pemberitahuan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Nomor : 445/3443/yankes, tanggal 28 September 2020, yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno. MARS.

Ditujukan kepada Kepala Rumah Sakit se Kota Bogor, sesuai panduan dan pedoman pencegahan serta pengendalian Covid-19 revisi 5 diwajibkan dilakukan pemulasaraan jenazah Covid-19 sesuai Protokol Kesehatan.

“Meski, hasil swab dilakukan pada AW dinyatakan negatif.” ungkap Oki. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here