Direksi RS UMMI Kaget, Keluarga Pasien Buat Surprise

SumateraPost, Bogor – Surprise, dinilai pelayanan cukup baik terhadap pasien. Sedikitnya delapan orang keluarga pasien datangi Rumah Sakit (RS) UMMI di kawasan alun alun Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (6/10/2020) petang.

Kedatangan rombongan keluarga pasien itu, mengejutkan Satpam dan manajemen Rumah Sakit. Karena khawatir tamu tak diundang itu, akan marah marah karena kekeh ingin bertemu Direksi rumah sakit UMMI.

Meski sempat berpikir akan di demo, akhirnya Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis RS UMMI, Sri Pengesti Budi Utami, menghampiri meski harus meninggalkan ruang rapat saat pertemuan dengan Koperasi dari Pemkot Bogor.

“Saya kaget, ada apa dan hampir memastikan akan ada protes,” kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis RS UMMI, Sri Pengesti Budi Utami.

Kehadiran sekelompok orang itu ternyata memberikan setumpuk karangan bunga ucapan terima kasih. Atas peran rumah sakit menerapkan pola manajemen pelayanan terbaik terhadap pasien rumah sakit UMMI.

“Kita selalu berupaya memberi pelayanan terbaik dengan para pasien dan uang muka bukan jadi skala prioritas. Pola ini merupakan kesepakatan dari manajemen RS UMMI,” kata Pengesti.

Sejumlah informasi yang di dapat RS UMMI dikenal oleh masyarakat Bogor dan sekitarnya senantiasa memberi pelayanan terbaik pada pasien. Kedatangan utusan keluarga pasien mengejutkan.
“Ternyata kami diberikan surprise oleh sekelompok masyarakat” kata Pangerti.

Pangesti mengaku bangga atas apreseasi dari masyarakat mengatas namakan Keluarga Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan) berupa pemberian setumpuk bunga.

“Ini apreseasi yang sangat luar biasa dan ini sebagai bukti bahwa masyarakat merasa puas atas pelayanan kami. Padahal kami merasa ini belum seberapa yang kami perbuat pada masyarakat” katanya

Kepada sejumlah Wartawan Pangesti yang didampingi Direktur Utama RS UMMI Andy Tatat, menegaskan bahwa target penanganan pasien di RS UMMI adalah lebih mementingkan penanganan terhadap kondisi pasien.

“Pasien itu butuh segera ditangani, untuk itu kepada staf, kami menyarankan agar tangani terlebih dahulu pasiennya, sambil administrasinya dijalankan, sehingga di RS UMMI tidak akan terjadi adanya pasien yang didiamkan, apapun alasannya ” ucapnya.

“Pelayanan di RS UMMI ini, tidak akan melihat pasien itu menggunakan apa, BPJS kah atau umum. Silakan kemukakan keadaan yang sebenarnya kepada kami, termasuk juga jika BPJSnya berkendala, jelaskan kepada kami dan kami akan memberikan solusi terbaik bagi pasien” tegas Andy Tatat.

“Bsgi pasien tidak mampu, diupayakan dari dana zakat. Kami kumpulkan dari pendapatan gaji karyawan disini, sehingga bagi pasien yang memang tidak mampu, kami akan tetap memberikan pelayanan yang maksimal,”kata dr Andi.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here