Dirjen Pajak Akui Bertemu Adik Ipar Jokowi

Jakarta – Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengakui adanya pertemuan antara dirinya dan adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo. Pertemuan tersebut atas permintaan Arif kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

 

Pernyataan itu disampaikan Ken saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lanjutan perkara suap terkait pengurusan pajak oleh Country Director PT EK Prima (EKP) Ekspor Indonesia di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/03). Sidang ini mengadili Country Director PT EKP Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nai sebagai terdakwa.

 

“Saya kenal saat dia (Arif) ke ruangan saya. Dia bersama Rudi, saya bersama beberapa direktur,” ujar Ken dihadapan majelis hakim.

 

Menurut Ken, pertemuan yang dilakukan pada September 2016 itu atas permintaan Arif kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

 

Selanjutnya, Haniv menghubungi penyidik di Ditjen Pajak Handang Soekarno untuk mengatur pertemuan.

 

Meski demikian, Ken menyatakan, dalam pertemuan itu Arif tidak sedikit pun membicarakan persoalan pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia. Menurut Ken, Arif hanya bertanya seputar mekanisme pengajuan pengampunan pajak (tax amnesty).

 

“Dia (Arif) punya banyak perusahaan di Jateng, dia tanya bisa tidak mengajukan di Jakarta. Jadi semua hanya bertanya soal tax amnesty,” kata Ken.

 

Dalam surat dakwaan disebutkan, Arif diminta bantuan oleh Country Director PT EKP R Rajamohanan Nair untuk menyelesaikan persoalan pajak yang dihadapi PT EKP di tingkat Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) VI.

 

Arif diduga kenal dan berhubungan baik dengan Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.  Dalam persoalan pajak PT EKP, ia juga disebut pernah mengadakan pertemuan dengan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

 

Tak lama setelah pertemuan Arif dan Dirjen Pajak, Kepala KPP PMA VI Johnny Sirait membatalkan surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) PT EKP. Selain itu, Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus M Haniv atas nama Dirjen Pajak mengeluarkan keputusan pembatalan tagihan pajak terhadap PT EKP.

 

Dengan demikian, tunggakan pajak PT EKP sebesar Rp52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015, menjadi nihil. (PI)
Baca Juga :  Pengembalian Kendaraan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Kalsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here