Dirjen Sebut Perumda Tirta Pakuan, Jadi Inspirator Pemda lain

SumateraPost, Bogor–Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPBN) Jawa Barat Sahat MT Panggabean menilai, Pemkot Bogor selalu membayar tagihan pinjaman lebih cepat dari jatuh tempo, dengan nominal sebesar Rp 5 Miliar.

Ketepan waktu itu, Pemkot Bogor dapat penghargaan dari DJPBN Jawa Barat dan berharap Perumda Tirta Pakuan jadi inspirator Pemda lain.

“Pengembalian itu berupa Pokok berikut Bunga. Kami harap Kota Bogor bisa menjadi inspirator bagi debitur-debitur Pemda lainnya,” kata Sahat Panggabean pada wartawan.

Menurut Sahat, jumlah pembayaran hutang sebesar Rp 5 miliar dilakukan tepat waktu dan bentuk kepatuhan pelaksanaan rekonsiliasi outstanding pinjaman selama periode 2019. Sehingga DjPBN beri penghargaan pada Perumda Tirta Pakuan atas kinerja baik yang dibangun.

Sahat menjelaskan, ada tiga aspek penilaian kepada para debitur, ketepatan jumlah pembayaran utang, ketetapan waktu pembayaran, kepatuhan pelaksanaan rekonsiliasi outstanding pinjaman selama periode 2019.

Kriteria tersebut, debitur mendapatkan apresiasi, dimana Kota Bogor sebagai peraih peringkat pertama debitur terbaik kategori kredit program.

“Selama periode 2019 Pemkot Bogor melalui Perumda Tirta Pakuan selalu membayar tagihannya lebih cepat dari jatuh tempo, dengan nominal sebesar Rp 5 Miliar. Kami harap Kota Bogor bisa menjadi inspirator bagi debitur-debitur lainnya,” kata Sahat.

Penghargaan itu diberikan langsung pada Walikota Bogor, Bima Arya di Balaikota Bogor.

Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan, penghargaan ini menjadi hal yang patut disyukuri mengingat Pemkot Bogor harus melakukannya dengan tuntas.

Pada kesempatan itu, Walikota Bima mengucapkan terima kasih kepada Dirut Perumda Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya dengan tertib dan sistematis melakukan tanggung jawabnya.

“Semoga Perumda Tirta Pakuan bisa terus meningkatkan pelayanan air di Kota Bogor, sehingga lebih banyak manfaat lagi yang dirasakan,” ungkap Bima.

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya mengatakan, Perumda pada 2010 melakukan penandatanganan pinjaman lunak (Soft Loans) sebesar Rp 85 miliar.

Deni menjelaskan, pinjaman itu digunakan untuk pengembangan PDAM, berupa pembangunan WTP Dekeng 2.400 Liter per-detik, penambahan dua unit filter di Dekeng, pemasangan pipa transmisi air bersih, penambahan distribusi di Kota Bogor.

Selain itu, digunakan penggantian pipa lama, pembuatan reservoir di Kota Batu, dan penambahan pipa transmisi air baku di Rancamaya Bogor selatan.

“Karena keuangan PDAM sehat, Perumda Tirta Pakuan bisa membayar pinjaman sesuai nominalnya dan sebelum jatuh tempo. Pinjaman ini akan selesai di 2033 mendatang,” kata Deni (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here