Dishub Buat Lompatan, Pola Pelayanan Diera Nabi Nuh Ditinggalkan

SumateraPost, Bogor – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, buat lompatan besar benahan pelayanan pengujian pada masyarakat. Terobosan itu dilakukan untuk mempermudah pemilik kendaraan yang ingin melakukan pengujian.

“Bayangkan, sejak era Nabi Nuh, pelayanan uji kendaraan tak dibenahi. Tak hanya merugikan pemilik kendaraan, tapi mempercepat petugas di lapangan,” kata Kasi Keselamatan Sarana Lalu Lintas, Aam Maulana saat ditemui Rabu (17/2/2021) siang.

Mantan ajudan Bupati Rachmat Yasin ini menegaskan, pelayanan selama ini, dibiarkan tanpa ada pembenahan pola kerja dan menjadi umpatan pemilik kendaraan yang menunggu berjam jam untuk masuk pengujian.

Baca Juga :  MOMENTUM PERINGATAN HARI KARTINI

“Siapa yang rugi, tentu semua pihak termasuk Dishub itu sendiri. Kini pola era Nabi Nuh, sudah kita benahi dan lebih mudah dan masyarakat merasa lebih nyaman,” kata Aam.

Setelah dibuka pola digital, masyarakat dapat memilih. Mau menggunakan daftar lewat online, mau datang sendiri. Atau cara lain yang dianggap lebih menguntungkan. Ditegaskan, sebagai ASN harus bekerja terukur, cepat dan lebih mudah. Sistem lama sudah ditinggalkan.

“Mau lewat online mangga, mau datang sendiri mangga, sebab yang penting pelayanan berjalan maksimal. Maka saya suka kesal kalau ada orang yang mencoba mengutak katik Dishub,” ungkap Aam.

Baca Juga :  Kapolres Resmikan Bedah Rumah, Dalam Program Bhakti Untuk Negeri

Di era digital kata Aam, banyak hal dapat terjadi bila tak disikapi secara bijak dan terjebak serta masuk perangkap, seperti istilah ketinggalan kereta. “Ini dasarnya kita lakukan pembenahan manajemen sistem untuk mempermudah pola kerja,” ungkapnya.

Bila tak dibenahi jadi ketinggalan model dan tidak menguntungkan sedangkan pekerjaan dituntut prima. “Kalau dibiarkan, petugas lebih capek, pekerjaan harus selesai. Pola pelayanan tak dirubah, penghasilan buat kas daerah juga dapat terhambat,” tegas Aam.

Baca Juga :  Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Sebelum di revisi dan perbaikan kata Aam, kendaraan sudah numpuk pagi pagi, petugas melakukan persiapan hingga agak siang. Akhirnya pekerjaan jadi tertunda. Kini pola lama itu sudah ditinggalkan.

Diketahui, jumlah kendaraan masuk pengujian Dishub Kabupaten Bogor, cukup besar tak kurang 250 kendaraan sehari. Bila tak ada pembenahan sebelumnya, petugas akan kesulitan.

“Saya ditugasi untuk membenahi oleh atasan dan telah dilakukan beberapa bulan terakhir ini. Alhamdulilah hasilnya cukup baik dan dapat apresiasi dari Ketua DPRD termasuk dari pak Sekda,” pungkasnya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here