Disituasi Pandemi, KADIN Brebes Peduli Terdampak Banjir ROB

Brebes, SumateraPost.co – Di situasi Pandemi yang belum selesai masyarakat pesisir pantai pantura terkenan banjir ROB yang melanda Belasan desa khusisnya di Kabupaten Brebes Jawa Tengah banjir ROB merendam ratusan rumah penduduk di 5 Kecamatan, yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, dan Kecamatan Losari. Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) beserta jajarannya termasuk Manager Area Brebes PT.Charoen Pokphand Jaya Farm H.Sugiyanto beserta direksinya peduli terdahap masyarakat terdampak banjir ROB dengan membantu telur yang diterimakan oleh masyarakat yang mewakili didusun Pandansari Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Sabtu (06/06).

Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Brebes H.Indra Kusuma S.Sos melalu Widagdo SH yang juga merupakan Anggota Dewan Penasehat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Pengurus Cabang 1113 Brebes didampingi oleh Manager Area PT.Charoen Pokhpand Jaya Farm H.Sugiyanto dan jajarannya kepada wartawan SumatraPost.co mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan maksud membantu meringankan beban kepada masyarakat yang terdampak banjir ROB dan berharap agar Pemerintah lebih memperhatikan
terutama masyarakat yang tinggal dipinggir pantai untuk keselamatannya.

Sementara disisi lain menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Iskandar Agung S.Pi ,M.Si Berdasarkan pengalaman sebelumnya dan kondisi cuaca, saat ini memang memasuki puncak ROB di wilayah pesisir utara, sedang sebaran banjir ROB
mulai dari Kecamatan Brebes, di Desa Randusanga Wetan, Randusanga Kulon, Limbangan Wetan dan Kaliwlingi sementara di Kecamatan Wanasari sendiri ada satu desa yang terdampak yakni Desa Sawojajar.Untuk dikecamatan Bulakamba yang terdampak ROB didesa Bangsri,Grinting dan Kluwut. Sementara di Kecamatan Tanjung hanya di Desa Krakahan. Kemudian di Kecamatan Losari ada empat desa, yakni, Prapag Kidul, Prapag Lor, Karangdempel, dan Limbangan.

Lanjut Iskandar, hujan yang turun beberapa hari belakangan ini semakin memperparah banjir ROB ,menurutnya air yang seharusnya masuk ke saluran tertahan oleh air hujan. Bulan mei-juni adalah puncak ROB yang cukup besar yang tidak hanya merendam pertambakan akan tetapi sudah masuk pemukiman. Pihaknya sudah mengambil langkah menyampaikan.ke Pusat, Provinsi dan Daerah dan insyaallah ada perhatian. Kita juga sudah membuat warning kepada masyarakat selalu waspada khususnya masyarakat budidaya.(Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here