Diskes Pasaman Diduga Kurang Pengawasan Terhadap Sampah Medis

PASAMAN, Sumaterapost.co – Pengelolaan Sampah medis dan limbah  bahan berbahaya atau beracun (BLB3) harus dikelola dengan baik dan sasuai dengan aturan, agar sampah medis Puskesmas tersebut jangan sampai tersentuh binatang, manusia apalagi anak – anak, Kamis 19 september 2019.

Benar, kepala Dinas kesehatan Dr Arnida membenarkan hal tersebut saat ditemui Awak Media diruang kerja beliau (5/09) menurut Arnida Sampah Medis seperti jarum suntik, Sarung Tangan, Kapas dll yang ada disetiap Puskesmas di Pasaman tersebut sudah sesuai aturan, karna disetiap Puskesmas sudah dikelola dengan baik oleh tenaga ahli kesehatan lingkungan.

Bahkan setiap Sampah Medis itu dikumpulkan kedalam sapitibok, lalu kemudian masukan kedalam tong,dan yang terpenting tidak boleh Sampah Medis ini ditanam apalagi berserakan, katanya.

Namun dari hasil komfirmasi awak media dengan kepala dinas Kesehatan tersebut sangat bertolak belakang dengan kenyataan dari hasil pantauan kami disalah satu Puskesmas, yaitu Puskesmas Kuamang yang berada di kenagarian Panti Timur kecamatan Panti  kabupaten pasaman Sumatera Barat diduga pengelolaannya asal – asalan.

Mengapa, Karna Sampah Medisnya masih berserakan di lingkungan Puskesmas persis dibelakang bangunan, Sampah Medis ini berserakan seperti jarum suntik dan Sarung Tangan bercampur dengan sampah kertas lainnya.

Padahal Menurut Undang – Undang no 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup, sangat Jelas di sebutkan dalam  Pasal  Pasal 103
bahwa Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).  Begitu juga Menurut Pasal 104 bahwa, Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(Ewin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here