Distan Pringsewu Aksi Gerakan Massal ‘Gropyokan Tikus’, Bunuh 870 Ekor Tikus

Sumaterapost – Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu melakukan aksi gerakan massal pengendalian hama Tikus “Gropyokan Tikus” dan berhasil menangkap dan membunuh 870 ekor tikus.

Gropyokan Tikus itu berlangsung Rabu (1/11) ekitar 300 hektar persawahan ‎di Buloksari dan Bulok Karto, Pekon Bulok Karto Kecamatan Gadingrejo. Dikomandoi oleh tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Pringsewu.

Agenda itu juga dihadiri ‎Inspektur II Kementerian Pertanian Republik Indonesia Widono dan Kepala BPP Provinsi Lampung diwakili Ade Setiawan serta sejumlah kepala OPD Kabupaten Pringsewu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda menuturkan, pada Gropyokan Tikus itu mengerahkan sekitar 500 orang, meliputi para petani, anggota TNI dan Polri serta pelajar dengan membawa berbagai perlengkapan untuk menangkap dan membunuh hama tikus.

Kemudian bangkai tikus itu dikumpulkan dan nantinya akan dikubur atau jika ada masyarakat yang mau untuk makanan ikan lele dipersilahkan mengambilnya.

Iskandar Muda menuturkan, program Gropyokan Tikus itu hanya simbolis saja menjelang masa tanam padi yang di perkirakan pertengahan hingga akhir November 2017 ini. Karen‎a jika akan tanam padi maka harus dihilangkan dulu hama tikusnya.

“Mudah-mudahan bila pengairan dan cuaca mendukung, kita bisa tanam padi serentak pada pertengahan hingga akhir November ini. Maka kita habisi dulu hama tikusnya,”jelasnya.

Iskandar Muda menambahkan, bahwa pihaknya pada Kamis (2/11) juga akan menggelar lomba mengendarai Traktor‎ di sawah Pekon Bulok Karto, yang akan diikuti 18 peserta dari sembilan kecamatan.”Masing-masing kecamatan mengirim dua alat traktor dan pengemudinya,”imbuhnya.

Kesempatan itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi ‎memberi apresiasi program Gropyokan Tikus tersebut. Namun diharapkan kegiatan itu juga dilakukan secara rutin dan  mandiri oleh petani secara berkelompok.”Mudah-mudahan jika rutin dilakukan, maka hama tikus itu setidaknya akan berkurang populasinya,”ujarnya.

Dr. ‎Fauzi mengasumsikan jika membunuh dua ekor tikus atau sepasang tikus maka ‎sama saja membunuh dua ribu ekor tikus dalam hitungan setahunnya.”Reproduksi tikus memang sangat cepat. Bayangkan   seekor tikus betina dapat beranak 8-12 setiap bulannya,”terangnya.

Wabup Pringsewu juga menghimbau kepada para petani di Kabupaten Pringsewu juga dapat mengikuti gropyokan tikus secara mandiri dan berkala, terutama saat akan memasuki musim tanam.”Semoga jika rutin dilakukan maka populasi tikus akan berkurang,”harapnya.

‎Disisi lain Fauzi menghimbau kepada para petani jika akan tanam padi harus mengetahui dan memahami cuaca ataupun perolehan sumber airnya. Sebab di Kabupaten Pringsewu ini didalam tanah sudah langka sumber airnya  disebabkan karena sudah hilangnya pohon-pohon besar sebagai penyerap dan penyimpan air.

‎Maka diharapkan kepada pihak terkait juga masyarakat agar terus menggalakan penanaman pohon disegala tempat.”Ayo, mulai sekarang kita gerakan terus program penanaman penghijauan dengan memanam berbagai jenis pohon disegala tempat agar air dapat tersimpan,”pinta Dr.Fauzi. (ti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here