Ditanya Proyek Pokir, Ketua Dewan Bersumpah Sebut Nama Allah dan Rasul?

SumateraPost, Bogor – Sejumlah pengusaha kontruksi di Kota Bogor mengeluh, proyek aspirasi dewan dikenal Pokok Pikiran (Pokir) disinyalir jadi bancakan. Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto bersumpah saat ditanya dugaan keterlibatannya tentang proyek Pokir mencapai miliaran rupiah.

“Demi Allah demi Rosulullah saya tak terlibat proyek Pokir. Gak tahu tentang proyek tersebut. Gak tau kalau anggota PKS lain,” kata Atang Trisnanto saat ditemui di Kantor DPD PKS belum lama ini.

Raibnya sejumlah proyek Pokir, jadi perbincangan sengit para pengusaha di Kota hujan Bogor. Bahkan jadi olok olok, kejam, proyek Pokir bisa raib. Tak hanya itu, mereka tak segan mengucapkan bahasa kurang berkenan disampaikan.

Atang menjelaskan, dirinya tak merasa, bila proyek Pokir di Pemkot Bogor dikoordinir mengatasnamakan dirinya. “Hebat amat saya, bisa mengkoordinir sejumlah proyek hingga miliaran rupiah,” kata Atang dengan bahasa meninggi

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Bahar Bin Smith, Dilimpahkan ke Kejari Bogor

Diketahui, proyek Pokir merupakan inisiatif para wakil rakyat terdahulu dan bukan produk wakil rakyat. Akibatnya, proyek itu sepertinya proyek tak bertuan dan diduga keras jadi Bancakan kelompok tertentu.

“Karena bukan upaya dewan sekarang dan kebetulan ada Covid- 19. Proyek seakan tenggelam, muncul saling klaim dan dimanfaatkan orang berpengaruh,” kata para pengusaha tanpa merinci pejelasannya.

“Sepertinya proyek dana aspirasi atau Pokir sudah diambil pak ketua (ketua DPRD-red). Berbagai administrasi dibebankan para staf Wasbangkim. Mereka enak enak aja” kata para staf Wasbangkim.

Sejumlah pengusaha mulai linglung ditengah Covid- 19. Berharap dapat tambahan penghasilan tambah dari Proyek Pemkot Bogor, kini nihil besar. “Apakah para wakil rakyat kita, sudah berubah fungsinya dan urus proyek,” kata mereka.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Bahar Bin Smith, Dilimpahkan ke Kejari Bogor

“Dewan yang sekarang lebih parah dari dewan sebelumnya. DPRD hanya sebagai, Konroling, Bugeting dan Legislasi. Kok main proyek, sadar gak ya, wakil terhormat itu,” kata para pengusaha balik bertanya.

Disebutkan, diera Presiden Gusdur, para wakil rakyat diera itu disebut Gusdur seperti anak TK. Padahal, mereka mengklaim kumpulan orang hebat.

Informasi lain dihimpun, “Jatah” paket proyek dana aspirasi itu, diatur sedemikian rupa, untuk setiap anggota DPRD dana proyek itu berkisar sebesar ratusan juta perorang. Sementara anggota Fraksi dapat lebih besar lagi. “Kalau unsur pimpinan Dewan lebih dari segitu, bisa mencapai milyaran” kata sumber yang enggan ditulis.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Bahar Bin Smith, Dilimpahkan ke Kejari Bogor

Ketika hal itu dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menolak tuduhan itu “Ah ga bener itu, masa sih saya ngambil proyek dana aspirasi, yang bener aja” kilah Atang.

Dihadapan wartawan, Atang justeru dengan gamblang melontarkan sumpah “Demi Allah demi Rasullulloh, jangan dikasih rejeki saya kalau saya mengambil proyek itu, Hebat amat saya, sekali lagi saya katakan, saya tidak pernah ngambil proyek itu, tapi ga tau kalau anggota saya” akunya.

Menurutnya, proyek Pokir itu merupakan aspirasi dari konstituen yang diserap dan diusulkan menjadi proyek dan dibenarkan menurut undang undang. Namun tidak mungkin lah sejumlah proyek pokir itu dikoordinir saya seorang,”kata Atang.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here