Ditodong Dengan Pistol, Staf Humas DPRD OI Terpaksa Relakan Motornya Digondol Begal

Tempat tikungan tajam antara simpang KTM Sungai Rambutan dengan RM Adem Ayem, malam sekitar pukul 20.45 Wib, Selasa (12/04/2022).

Sumaterapost.co | Sumsel – Malang tak dapat dihindari yang sedang menimpa saudara Willy, salah satu staf Humas DPRD Kabupaten Ogan Ilir, harus merelakan sepada motornya jenis Suzuki Tander kepada begal di simpang KTM Sungai Rambutan, tempat tikungan tajam antara simpang KTM Sungai Rambutan dengan RM Adem Ayem, malam sekitar pukul 20.45 Wib, Selasa (12/04/2022).

“Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dari pembegalan tadi malam,” ujar Willi.

Disebutkanya, bahwa kronologi kejadian disaat dirinya pulang dari buka bersama di Palembang. Pukul 15.00 wib, berangkat dari Desa Burai dan sampai di Masjid sungai lumpur sekitar pukul 16.00 wib. Setelah melaksanakan rangkaian ibadah, waktu menunjukan pukul 17.00.

Baca Juga :  Evaluasi, Pemkab Muba Target Nilai SAKIP Naik

Mengingat waktu cukup panjang untuk berbuka, berubah keinginan untuk berbuka puasa di Masjid Agung Palembang, menunai ibadah di Masjid Agung usai Sholat Isya pulang ke Indralaya.

Sekitar pukul 20.45 Wib diperjalanan tepatnya di pengkolan tajam antara simpang KTM Sungai Rambutan dengan RM Adem Ayem, dua orang menyalib motornya.

“Langsung menyuruh turun dan salah satunya menodongkan senjata api,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab bersama DPRD Muba Sepakati Jadwal Pembahasan KUPA-PPASP

Dengan tenang dirinya turun dari motor dan mundur beberapa langkah, “Cepat Turun atau ke Tembak” pembegal merintahkan kata kasar.

“Kuangkat kedua tangan, tangan kiri menutup kepalaku dan tangan kanan menutup dadaku. Fikirku kalaupun mengarahkan kepala atau dada, paling tidak tangan yang tertembak,” jelasnya.

“Aku pasrah seandainya malam ini aku harus kehilangan nyawa ditangan pembegal. Namun si pembegal langsung tancap gas melaju dengan cepat membawa motorku kearah indralaya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Evaluasi, Pemkab Muba Target Nilai SAKIP Naik

Beberapa menit kemudian Willi menghentikan kendaraan, lalu seseorang meghampirinya dan menemaninya melaporkan ke polsek Indralaya.

“Berdasarkan letak wilayah, TKP tersebut merupakan wilayah pemulutan dan mengarahkan kepada saya pagi ini untuk melaporkan kembali ke Polres OI karena kepemulutan terlalu jauh. Sampai saat ini masih di BAP pelaporan terkait perampasan kendaraan bermotor dengan kekerasan,” ujarnya.

(fr)