Jakarta – Kali kedua Dokter Alumni SMANDEL (DAS) berdiskusi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Beliau sangat terbuka menerima masukan. “Aku kerjakan yang terbaik yang aku bisa, biarkan saja public judge gimana, mungkin ada yang prasangka negatif A s.d Z, tapi insya Allah mereka semua akan merasakan manfaatnya nanti kalau aku telah selesai bertugas menjadi Kemenkes RI”, ini kata Beliau
Di awal pertemuan DAS presentasi dan memberi masukan konstruktif terkait kesejahteraan tenaga kesehatan dari dua hasil survei yg dilakukan (hasil survei internal yang diisi oleh anggota DAS dan ada juga survei eksternal). Take home pay minimal yang diharapkan dokter umum sekitar 10-15 juta per bulan dan spesialis beragam berkisar 50-100 juta per bulan dari hasil survei tersebut, yang utama didiskusikan adalah terkait RUU kesehatan dan 6 pilar transformasi kesehatan yaitu: penguatan layanan primer, penguatan layanan rujukan, pembiayaan, ketahanan, SDM, dan teknologi kesehatan.
dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD-KEMD (FINASIM) ketua umum dokter alumni SMANDEL beserta tim aktif memberikan masukan untuk Kemenkes RI.
Isu hangat tenaga kesehatan ini hanya 1 dari 100 program lada 6 pilar transformasi kesehatan yang sudah dikerjakan Kemenkes RI. Dan semua programnya sudah dilaksanakan & diinisiasi dengan BAIK. Tadi Pak Menkes presentasi program prioritas yang sudah berhasil dikerjakan 8 bulan terakhir setelah sebelumnya fokus dengan COVID-19, diantaranya:
1. Pelaporan dan surveilans stunting by WA oleh kader ke ASIK
2. Integrasi data ASIK ke SATUSEHAT untuk mapping penyakit menular, tidak menular, dan stunting.
3. Program wolbachia yang efektif mencegah dengue
4. Penemuan kasus TBC prestasi deteksi tertinggi tahun 2022 #TOSSTBC dengan integrasi data BPJS
5. 10,000 usg di puskesmas untuk deteksi kanker payudara dan USG abdomen kehamilan
6. 300,000 antropometri di posyandu
7. Revitalisasi 10,000 PKM dan 85,000 pustu
8. Desain dan implementasi jaringan public health lab di seluruh indonesia, pasang 20 cathlab th 2022, 90 cathlab tahun 2023, kerjasama dengan IAEA utk pasang linec + petscan + brachioterapi di 34 propinsi, membangun hub2 cyclotron agar bisa probide radiofarmaka ke seluruh 34 propinsi, pasang minimal 2 proton beam
9. Memberikan 2,500 beasiswa dokter, dokter spesialis, fellowship ke dalam dan luar negeri.
10. Simplifikasi Izin dan Pendidikan kedokteran dan mencetak jumlah nakes yang cukup salah satunya dokter spesialis melalui konsep piloting collegium based di 6 kolegium mulai juli 2023 nanti
11. Collegium based berbasis data utk pemerataan dokter spesialis, mencetak dokter spesialis (pencegahan program prioritas kesehatan) yg tersebar ke pelosok, dokter dapat ttp praktek di rs asalnya, sekolah gratis, digaji pemerintah, kebutuhan jenis spesialis berbasis data wilayah dan proses penerimaan sampai output mutunya dibantu royal college london yg dpt memproyeksikan kebutuhan nakes 5-8 th yg akan datang
12. Register kematian ibu & anak
13. Modul pelatihan gratis utk semua nakes berbasis sistem sebagai continuing improvement
14. Rencana renovasi RSCM, pembuatan hospital tourism di Makassar, Bali
15. Anggaran dan pembiayaan kesehatan
16. Deteksi dini TBC berbasis genome sequencing portable yg mudah dan murah
Transformasi memang tdk mudah, butuh kerja keras, cerdas, sinergi, kolaborasi, termasuk keteguhan hati dlm memulai dan menjalankannya. Hilangkan ego sektoral, kita sama2 berpikir luas, jangka panjang, untuk *kepentingan masyarakat luas.*
Narahubung:
dr. Ngabila Salama, MKM
Sekretaris Dokter Alumni SMANDEL




