Sumaterapost.co – Kaur, Bengkulu | “Setetes darah, sejuta harapan”. Kalimat itu jadi nyata saat personel Polres Kaur mendonorkan darah untuk AT, bocah 8 tahun asal Kaur yang dirawat di RSUD Kaur. AT menderita hemofilia, penyakit yang membuat lukanya sulit berhenti berdarah dan sangat butuh transfusi darah.
Informasi itu langsung direspons. Tanpa menunggu lama, anggota Polres Kaur bergerak ke rumah sakit dan mendonorkan darah. Aksi spontan ini bukan kali pertama, tapi sudah jadi kebiasaan baik Polres Kaur: hadir bukan hanya saat tugas pengamanan, tapi juga saat warga butuh pertolongan.
Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla., mengatakan masyarakat Kaur sudah terbiasa menghubungi Polres jika butuh donor darah darurat.
“Setetes darah mungkin sederhana bagi kita. Tapi untuk adik AT dan keluarga, itu bisa jadi harapan untuk terus berjuang dan sembuh. Itu pengabdian nyata Polri untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kapolres, semangat “Polri untuk Masyarakat” harus dirasakan, bukan hanya diucapkan. Di momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kaur menegaskan komitmennya: menjadi pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus saudara yang siap turun membantu dalam situasi apa pun.
Aksi kemanusiaan ini jadi pengingat bahwa di balik seragam cokelat, ada hati yang peduli. Dan untuk AT, setetes darah dari “pak polisi” hari itu adalah doa yang mengalir di nadinya.
Red/Tg




