DPO Curanmor Pubian ditangkap, setelah hampir 2 tahun Menghilang

Sumaterapost.co, PUBIAN – Setelah memakan waktu lama akhirnya Panit Reskrim Polsek Padangratu membuahkan hasil yang melegakan, hal ini berkat kegigihan dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Mesjid Al-Ikhlas Kampung Payung Batu, Pubian, Lampung Tengah milik korban Rahayu (61) warga setempat Jum’at 13 September 2019 silam, pelaku ditangkap melalui proses digrebek pada 14/7 terhadap RP alias Nanda (21) dirumahnya di Kampung Payung Batu, Pubian, Lampung Tengah.

Kapolsek Padangratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Wawan Setiawan, S.Ik. memaparkan bahwa pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban, peristiwa bermula ketika korban hendak melaksanakan shalat Jumat, karena jarak rumah ketempat masjid cukup jauh, maka korban membawa kendaraan sepeda motor Honda Beat berwarna merah putih BE 5287 IO, dan setibanya dirumah ibadah kendaraannya diparkirkan dihalaman masjid tersebut.

“Korban melaksanakan Sholat Jum’at, setelah selesai sholat ia keluar dari masjid hendak balik pulang, namun betapa kagetnya korban mendapati motornya tidak ada lagi ditempat parkir, setelah dicari kesekitarnya ternyata motornya sudah raib, setelah jelas kendaraannya hilang, maka korban melaporkan kejadian yang dialaminya itu kePolsek Padangratu, ” tegas Muslikh.

Setelah mendapat laporan korban, maka dilakukan penyelidikan, melalui Panit Reskrim bersama jajaran anggota Polsek mendapatkan serta mengumpulkan informasi untuk mencari pelakunya, akhirnya mengkerucut terhadap RP alias Nanda, warga Payung Batu, Pubian, Lampung Tengah, namun ketika diselidiki keberadaan pelaku, ternyata pelaku memang sudah menghilang dari rumahnya, sehingga jajaran Panit Reskrim harus bersabar dan mesti memakan.

“Setelah dilakukan introgasi terhadap korban, tanpa membuang waktu, Panit dan jajaran melakukan pengrebekan, namun pelaku dan barang bukti hasil curian tidak ada, maka kami terbitkan DPO dan DPB, sehingga kesabaran membuahkan hasil, dan akhirnya pelaku berhasil digrebek,” tegas Muslikh.

Pelaku dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya, RP alias Nanda akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (ganda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here