Drs.Ridwan Hasan: Saatnya Memahami dan Memaknai UUPA Secara Komprehensif

Sumatera Post,co. Aceh Timur – Pasca dikeluarkannya Surat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 270/2416/OTDA tanggal 16 April 2021 tentang pelaksanaan pilkada Aceh yang merupakan jawaban terhadap perdebatan dibarengi dengan lobi-lobi yang cukup alot oleh para elite politik Aceh dalam memperjuangkan Pilkada Aceh di tahun 2022 dengan dalih merujuk ke UUPA Nomor 11 tahun 2006 sebagai kekhususan Aceh. 

Bermacam pendapatpun muncul tentang pembatalan pilkada tahun 2022, ada yang menjustice  Pemerintah Pusat telah mengkhianati perdamaian Aceh dan mengabaikan aspirasi masyarakat Aceh. Pendapat lainnya yang bijak “bahwa pasal-pasal Pilkada dalam UUPA Nomor 11 tahun 2006 bukan suatu kekhususan Aceh dan tidak bersifat lex-specialis dan aturan hukum atau undang-undang itu adalah produk dari pemikiran hingga kebijakan politik” Terang Drs. Ridwan Hasan, Ketua MKF – MNI Aceh, Kamis, ( 29 April 2021) saat diskusi publik di Sekretariat MKF- MNI Peureulak Barat.

Baca Juga :  Pastikan Situasi Aman Terkendali, Regu Siaga Polres Simeulue Terus Lakukan Patroli

Disebutkan Juga banyak kalangan politisi lainnya yang memberikan pernyataan baik pro maupun kontra tentang hal dimaksud. Namun dibalik itu semua, Ketua MKF – MNI ( Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia )  Aceh mengajak segenap bangsa Aceh untuk mengambil hikmah dari permasalahan yang ada dengan memahami dan memaknai UUPA secara menyeluruh dan komprehensif, sekurang-kurangnya menelaah kembali salah satu point dasar pertimbangan lahirnya UUPA “bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Aceh demi mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan serta kemajuan, pemenuhan, dan perlindungan hak asasi manusia berdasarkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik, justru Patut dipertanyakan, sejauhmana pelaksanaan dan penerapannya isi dari point tersebut sesuai kearifan lokal dan/atau sesuai syariat Islam yang telsh dilaksanakan dengan baik atau belum samasekali ,” Sebutnya.

Baca Juga :  Ketua DPP Partai NasDem Melayat Ke Kediaman Alm Tg.H.Abdullah Rasyid

Disebutkan dalam AlQur’an “hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)”, baik itu di bidang Akhlak/Karakter, pendidikan, keagamaan juga di bidang ekonomi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan lain-lain. 

Hal ini pula termaktub dalam UUD 1945 Hak & Kewajiban Negara terhadap Warga Negara yang menjamin hak asasi warga serta memberikan jaminan sosial dalam bidang politik dan pemerintahan, sosial,  keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

Tentu untuk menggapai itu semua butuh perjuangan dan keikhlasan seorang pemimpin, oleh karena itu Aceh membutuhkan sosok pemimpin kedepan yang mampu mengakomodir dan memenuhi amanat UUPA juga mampu merumuskan visi yang jelas, mampu mengubah visi ke dalam aksi, dengan tetap berpegang erat kepada nilai-niliai spiritual.

Akibat dari kelalaian menjalankan amanat tersebut khususnya berkenaan dengan akhlak, dapat kita lihat dari perilaku kehidupan masyarakat aceh bisa dikatakan “keluar dan/atau menyimpang dari ketentuan syariat” juga munculnya pemikiran-pemikiran mengarah kepada radikalisasi bahkan merebaknya penyakit sosial akibat Narkotika. perdagangan dan peredaran Narkoba bukan lagi hal baru dan tabu dimasyarakat malah ngetren dikalangan pejabat, ” Jelas Ridwan. 

Baca Juga :  Usai Sholat Idul Fitri 1442 H, Ridwanullah Turun Bersih Sampah

Di kesempatan yang sama diskusi ringan ala Warkop, Sekretaris MKF- MNI Aceh Herlin, SH. MH.  menambahkan dengan penundaan pelaksanaan pilkada ini, kita bangsa Aceh dituntut untuk mempersiapkan dan banyak kesempatan dalam menentukan calon-calon pemimpin yang peka dan peduli serta mengayomi juga melayani rakyatnya bukan hanya sekedar pandai bicara dan hanya beropini, juga Aceh ke depan butuh pemimpin yang mengutamakan kebutuhan hakiki masyarakat serta fokus kepada kepentingan publik, tidak hanya mengedapankan kepentingan individu maupun golongan, ” Ujarnya.(TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here