Dua Kakek Gagahi Anak 8 Tahun, Diancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 5 Miliar

SumateraPost, Bogor – Polres Bogor ringkus dua kakek berinitial E (50) dan S (58), kedua pelaku terlibat tindak pidana pencabulan, anak berusia 8 tahun berinitial TP sebanyak lima kali di Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

Penyidikan Polisi keduanya mengaku berbuat cabul sebanyak lima kali di tempat berbeda. Keduanya, diancam 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Peristiwa itu terbongkar, setelah orang tua korban RD diberitahu teman korban dan korban TP diberitahu sering dibawa jalan oleh pelaku.

Baca Juga :  Polsek Cariu Gelar Operasi Yustisi dan PPKM, Hasilnya Warga Tak Sepenuhnya Disiplin

“Orang tua korban melaporkan pada Polsek Parung, Atas laporan itu, Polisi langsung bergerak dan menangkap dua lelaki yang tak patut dicontoh itu,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun Jumat (23/4/2021).

Ditegaskan, hasil penyidikan Polsek Parung kedua tersangka mengaku perbuatan tersebut. Kini Polisi mengembangkan kasus tersebut, dikhawatirkan ada korban lain, selain korban TP.

“Kedua tersangka berbuat tak senonoh di dua tempat berbeda, dan keduanya tidak saling mengetahui, melakukan aksi pencabulan terhadap Korban,” kata Harun.

Baca Juga :  Wakapolda Cek Lansung Pos Penyekatan di Kawasan Puncak, Nopol Diluar Bogor Putar Balik

Menurut pengakuan tersangka E, dia menyetubuhi korban anak umur 8 tahun, dilakukan sebanyak lima kali, umumnya dilakukan pada malam hari, di sekitaran kebun jati sebanyak 3 kali dan di dekat GOR bulutangkis sebanyak 2 kali.

Sementara pengakuan S tersangka kedua melakukan pencabulan sebanyak 1 kali yang dilakukannya di tempat lapak tempat menjual uli bakar miliknya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bogor, Telah Putar Balik 7500 Kendaraan Arus Mudik

Pengakuan kedua tersangka, perbuatan mesum itu terjadi, setelah melihat korban mondar mandir di malam hari di sekitar lokasi kejadian. Kini kedua pelaku telah di gelandang Polres Bogor.

“Kedua pelaku dijerat Atas Pasal 81 atau Pasal 82 UU No 17 th 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta didenda Rp 5 Milyar,” ungkap Harun. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here