Dugaan Banyak Oknum Bermain, PT.PMO Tak Mampu Lunasi Kewajiban 6 Miliar

Sumaterapost.co, Jakarta – Kuasa Hukum PT Perkebunan Mita Ogan (PMO) Hayudin Menjelaskan dugaan Ketidakmampuan melakukan kewajiban piutang hampir 6 (enam) milyar rupiah kepada PT. PURNAMA BOHLER TECHNOLOGI Dan Perusahaan lainnya.

Hayudin Yakub SH Menjelaskan bahwa selama dari tahun 2017 pihak PT.Perkebunan Mitra Ogan sudah membayar kewajiban kepada PT. PURNAMA BOHLER TECHNOLOGI sebesar 2 Milyar lebih.

” Ini bukti mitra ogan ada pembayaran dari tahun 2017 sampai sekarang ,kalu mereka tidak senang silahkan gugat ” Kata Hayudin Yakub SH.

Selain itu Hayudin Yakub menjelaskan bahwa Direktur lama dan direktur keuangan sudah di tahan karena persoalan lama.

Baca Juga :  Anggota Komisi II Usulkan Pembentukan Panja, Sarana Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak

“Sekarang Direktur keuangan Baru Menjabat 3 Bulan” Ucap Hayudin saat di konfirmasi Awak media Via
Whats up, Selasa ( 08/12/2020 siang.

Tambahnya,Sekarang PT Perkebunan Mitra Ogan dalam penyelesaian persoalan lama yang mesti bayar, dan PT Mitra ogan tetap membayar secara mengangsur.

“Inilah pak, kenapa mitra ogan sampai mau bayar begitu,karna mitra ogan sekarang lagi pembenahan dikarnakan ulah oknum lama yang menggerogoti mitra ogan itu sendiri” Tukasnya.

Dan awak media kembali menanyakan Apakah ada oknum lagi, sehingga mitra ogan masih susah dalam melakukan kewajiban kepada mitranya ?

“Banyak pak, lagi dalam proses pengusutan ” Jelas Hayudin.

Baca Juga :  Operasi SAR Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Masih Berlanjut

Selain itu guna mendapatkan perimbangan berita awak media juga menkofirmasi kepada Kuasa Hukum PT. PURNAMA BOHLER .

MELPA TAMBUNAN, SH,Mkn Mengatakan Bahwa tidak benar mitra ogan melalui kuasa hukum menjelaskan sudah membayar 2M lebih kepada klien kami, dan itu adalah rekayasa yang dibuat buat, karena penjelasan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan terkesan melakukan kebohongan serta memberikan keterangan palsu yang tidak sesuai dengan bukti.dan kalaupun ada pembayaran yg dilakukan oleh mitra ogan dengan di cicil itu secara sepihak dan tanpa ada kesepakatan pemberitahuan terlebih dahulu kepada klien kami dan terkesan seperti mau lari dari tanggung jawab.

Baca Juga :  Operasi SAR Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Masih Berlanjut

Menurut Melva Tambunan, SH,Mkn bahwa Tidak ada hubungan direktur lama atau direktur Baru,karena kewajiban untuk membayar adalah tanggung jawab perusahaan dan Direktur harusnya tidak perlu berkelit, karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya.karena hutang koorporasi maka seorang direktur harus bertanggung jawab utk menyelesaikan kewajiban untuk membayar kepada klien kami.

“Makanya kita somasi, kita naikkan ke Media dan ditembuskan ke KPK serta ke Kementrian BUMN, Kita Minta KPK Harus Sikat Para Oknum Yang Masih Bermain dan bergentayangan, KPK Jangan Setengah Setengah ” Pangkas Melva Tambunan SH, Mkn, (Selasa Malam). ( Ls).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here