Dugaan Honorer Fiktif di Dinas Sosial Ogan Ilir Mencuat

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Dugaan adanya nama tenaga honorer Fiktip ditemukan di Pemerintah Kabupaten Ogan ilir, tepatnya di Dinas Sosial, Kabar tersebut diketahui beredar dilingkungan Dinas itu sendiri.

Menurut informasi yang diperoleh, Tenaga Honorer tersebut seorang wanita bernama Tanti Rahmawati, diduga sudah bekerja lebih dari enam bulan, namun tak sekalipun masuk kantor.

“Ada namanya di daftar, tapi orangnya tak pernah nampak. Honor si Tanti ini Rp 1 juta rupiah/ bulan, yang  mungkin sudah dibayarkan satu atau dua bulan, untuk honor sisa yang selama 5 bulan terakhir belum dibayar, kabarnya akan dirapel tidak lama lagi,” ujar sumber yang minta namanya tidak disebut.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

Masih menurutnya, informasi yang beredar untuk jumlah tenaga honor di Dinsos  berjumlah 10 orang yang terdaftar. Sementara yang ada  atau yang sering masuk hanya 9 orang, sedangkan satu orang atas nama Tanti Rahmawati tak pernah masuk.

Salah satu Kepala bidang di Dinas sosial, Rismiadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan kalau di Dinas Sosial ada sepuluh orang honorer, namun dia tidak pernah tau kalau ada tenaga honor ada nama Tanti Rahmawati.

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

“Iya benar, ada 10 orang Honorer dan itupun tersebar di setiap bidang, sedangkan atas nama Tanti saya tidak tau, apalagi yang bersangkutan bekerja disini lebih dari enam bulan, bahkan sampai sebelas bulan saya tidak tahu sama sekali, saya belum disini,” ujar Rismiadi membantah.

Masih menurut Rismiadi, selama ia menjabat di sini, memang belum pernah melihat tenaga honor atas nama Tanti Rahmawati.

Sementara ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Oi Kapidin membantah dugaan adanya data fiktif atas nama Tanti Rahmawati.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

“Nama Tanti Rahmawati memang benar bekerja di dinas Sosial ini, ada datanya dan orangnya saat ini sebagai mahasiswi, dan memang benar jarang masuk kantor dan benar dia sudah terima honornya,” jelas Kapidin kepada wartawan.

Dikatakan Kapidin, bukan hanya Tanti saja yang jarang masuk kantor, Bahkan honorer lain pun banyak yang jarang ngantor, tapi tetap insentif nya kita bayar.

“Masalah jarang ngantor itu adalah hal yang biasa, mungkin dikarenakan mereka ada kesibukan lain misalnya, tapi honor/insentif tetap dibayarkan”, pungkasnya Kapidin.

 

(Laporan Jurnalis FC Ogan Ilir-Sumsel)