Semarang — Hubungan bilateral Indonesia dan Prancis kembali diperteguh melalui kunjungan resmi Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, ke Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Kunjungan ini menitikberatkan pada penguatan kerja sama di bidang penegakan hukum dan kebudayaan.
Dalam agenda kunjungan sehari penuh tersebut, Dubes Fabien Penone dijadwalkan mengunjungi Akademi Kepolisian (Akpol) serta Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas prospek penguatan kerja sama kepolisian antara Prancis dan Indonesia.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prancis dan Presiden Indonesia yang disampaikan dalam jamuan makan malam kerja di Istana Élysée, Paris, pada 23 Januari 2026 lalu. Kedua kepala negara sepakat memperdalam kolaborasi strategis, termasuk di bidang keamanan dan penegakan hukum.
Selain agenda keamanan, aspek kebudayaan menjadi sorotan penting dalam lawatan ini. Bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Dubes Fabien Penone menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penguatan kerja sama budaya antara Prancis dan Pemerintah Kota Semarang.
Penandatanganan tersebut merupakan implementasi strategi budaya bilateral yang telah diadopsi oleh Presiden Prancis dan Presiden Indonesia pada 29 Mei 2025 di Borobudur. Kerja sama ini diharapkan memperluas pertukaran seni, pendidikan, dan diplomasi budaya antara kedua negara, sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai kota yang aktif dalam jejaring internasional.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan pameran lukisan di Alliance Française (AF) Semarang pada pukul 12.15 WIB. Selanjutnya, Dubes melanjutkan kunjungan ke Akpol pada pukul 13.30 WIB, sebelum bertemu Wali Kota Semarang di Balai Kota pada pukul 15.30 WIB.
Penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Wali Kota dan Duta Besar berlangsung pukul 16.00 WIB, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Wali Kota dan perwakilan mitra budaya, disaksikan langsung oleh Dubes Prancis. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan konferensi pers sebelum rombongan bertolak menuju bandara pada pukul 16.30 WIB.
Kunjungan ini menegaskan peran Semarang sebagai simpul penting diplomasi daerah dalam hubungan Indonesia–Prancis, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang keamanan dan kebudayaan di masa mendatang. (Christian Saputro/ril)




