Eksportir Tidak Terpaku, Jajaki Pasar Ekspor Baru

SumateraPost.co, Medan-Meski kasus virus korona berdampak terhadap ekspor ke China terutama sektor perikanan, namun pemerintah dan para eksportir harus mencari peluang baru pasar ekspor di negara lain.

Harus diakui kemitraan di bidang ekspor–impor dengan China memberi kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Justru itu diharapkan kasus virus mematikan itu cepat berlalu dalam tempo tidak terlalu lama.

“Sebagai pengusaha eksportir, kita tidak mesti terpaku terhadap kasus virus korona hingga kinerja ekspor terus menurun termasuk industri pariwisata.Apapun tantangannya kita harus menjajaki peluang pasar baru bagi ekspor komoditas Indonesia,” kata Ketua Umum Kadin Sumut, Khairul Mahalli mennjawab Sumaterapost.co, di.Medan
Jumat 14/2/2020.

Dia menyebutkan negara kawasan.ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan negara kawasan Eropa, Afrika, Australia dan lainnya masih terbuka pasar ekspor. Hanya saja pengusaha harus jeli menjajaki komoditas apa saja yang dibutuhkan pasar negara tersebut.

Seperti Malaysia misalnya membutuhkan jambu biji dari Indonesia. Negara mana lagi yang membutuhkan produk industri pertanian, perkebunan, perikanan. Sabut kelapa, briket atau batok kelapa, sapu lidi, kopra, minyak serai, produk makanan ringan dan sederet produk lainnya dari UMKM.

Itu sebabnya kata Mahalli, perwakilan dagang Indonesia di berbagai negara harus memberi informasi terkait peluang pasar ekspor kepada Kadin Indonesia. Mudalnya produk apa yang dibutuhkan negara bersangkutan sehingga cepat direspon pelaku usaha di tanah air.

“Hal ini penting untuk menggairahkan eksportir maupun UMKM terutama bagi mereka yang bergerak di bidang ekspor. Dengan adanya info pasar ekspor dari perwakilan atau atase Indonesia di luar negeri, Kadin bisa membantu memfasilitasi UMKM,” ujar Ketua Umum DPP GPEI ini.

Dia mengakui akibat kasus virus korona merupakan sebuah pukulan bagi Indonesia- China. Begitu virus tersebut merebak barang impor dari negara tirai bambu itu langsung melonjak seperti bawang putih dan tidak tertutup kemungkinan lonjakan harga ke barang elektronik.

“Bukan hanya itu, kita selama ini juga mengimpor aneka bahan baku seperti bahan baku obat untuk industri farmasi dan lainnya dari China. Industri dalam negeri otomatis terimbas.Jadi dalam musibah ini, Indonesia-China sama-sama terpukul terhadap ekspor- impor,” tambah Mahalli.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here