Elit Aceh Timur Diminta Jangan Jadi ‘Pejabat Benalu’ Hanya Bisa Menghamburkan Uang Rakyat

Sumaterapost, IDI – Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI), Ronny Hariyanto, mengecam aksi sejumlah kalangan di Aceh Timur yang dinilai telah mengkhianati rakyat miskin dengan berbagai cara dan telah menghambur – hamburkan anggaran yang semestinya dapat digunakan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Daerah itu, sebut Ronny. Sabtu (07/11/2020).

Adapun akal – akalan yang dimaksud Ronny Hariyanto adalah diantaranya dengan berbagai gelaran kegiatan para elit atau acara yang dianggap tidak mendesak dan terkesan hanya sebagai modus mencari – cari keuntungan pribadi dan kelompok elit saja hingga menguras anggaran ratusan juta bahkan miliaran.” Sudah dikasih makan oleh Aceh Timur, jadi jangan khianati rakyatnya, tunjukkan rasa terima kasih dan syukur, bukan malah sebaliknya,” urainya.

“Para elit Aceh Timur jangan jadi benalu, jangan putar – putar terus kaset lama, karena rakyat banyak sudah tahu modus – modusnya, gunakanlah hati nurani, tolong buka mata dan gunakan perasaan kalian, lihatlah kemiskinan masih sangat parah di Aceh Timur ini, yatim piatu bahkan nasib korban konflik masih belum jelas sampai sekarang,” sebut Ronny dalam pers rilisnya.

Ia juga menegaskan bahwa elit bermental
‘Pejabat Benalu’ semakin hari semakin banyak dan semakin menjadi – jadi tingkahnya, serta bebas berkeliaran di Aceh Timur, bermandikan anggaran yang sejatinya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat, terutama rakyat miskin Aceh Timur, tapi mereka sendiri tidak berguna bagi daerahnya.

“Ironis sekali mereka ini, terkesan tidak peduli dan sangat bebal, seperti buta dan tuli, kemana pikiran mereka, bukannya bertindak cepat atau turun ke lapangan mengatasi kemiskinan, tapi malah ketagihan dengan hal tidak penting bagi rakyat, dan menghabiskan banyak biaya, bahkan berlomba – lomba buat kegiatan di hotel megah, ada juga di luar kota, bahkan objek wisata di luar kota, dimana moral mereka ini, sedangkan rakyat miskin nasibnya tidak jelas, entah bagaimana,” ungkap aktivis yang dikenal cadas ini.

Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh ini juga menambahkan, tingkah polah tidak simpati seperti itu dipertontonkan oleh para elit, seolah tidak ada persoalan apapun di Aceh Timur, sehingga mereka berbuat seenaknya dan mengabaikan penilaian publik dan kondisi masyarakat.’ Menurut saya, para pejabat benalu ini tidak ada manfaatnya sama sekali bagi Aceh Timur, bahkan keberadaan mereka sangat merugikan daerah, mending uang untuk mereka diberikan pada fakir miskin dan masyarakat yang mau berwirausaha, daripada rakyat hanya menonton kelakuan mereka yang merugikan,” kata putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang itu.

Ronny kembali mengajak seluruh komponen masyarakat terutama elemen sipil, untuk mengkritisi bahkan bergabung dalam setiap aksi yang digelar dalam rangka memerangi prilaku para elit atau pejabat benalu tersebut.

“Dalam waktu dekat kemungkinan akan ada lagi aksi, kita berharap kelompok kritis dan masyarakat luas bergabung dengan kekuatan ini, jangan takut dengan ancaman atau intimidasi apapun atas nama menegakkan kebenaran dan menentang ketidak adilan, sebab kelakuan mereka itu sudah di luar batas dan tidak bisa ditolerir, kalau tidak dicegah, bisa bangkrut dan makin hancur Aceh Timur ini nanti karena ulah mereka,” tukas aktivis HAM yang juga merupakan alumni Universitas Ekasakti.
(Rilis/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here