Enam Warga Keracunan Nasi Besek Tak Sanggup Bayar Biaya Pengobatan

Sumaterapost.co – Pihak RSUD Pesawaran sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk mencari solusi, atas keluhan enam dari 18 orang warga Dusun Tiga, Desa Harapan Jaya,Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran yang diduga keracunan nasi besek, jumat (27/10) lalu, yang tidak sanggup membayar biaya pengobatan.

Kemudian, terkait keluhan para pasien yang tidak sanggup membayar biaya pengobatan, pihak RSUD Pesawaran sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk mencari solusinya.

“Saya akan melakukan koordinasi dengan Dinas kesehatan terlebih dahu, jika memang tidak ada solusi atau tidak bisa ditanggung BPJS maka solusinya semua biaya pengobatan digratiskan,”ujar Direktur RSUD Pesawaran, Yasmin. Senin (30/10).

Dirinya juga mengatakan dari 18 warga yang diduga keracunan hingga hari ini Senin masih ada enam orang pasien yang dirawat oleh tim medis RSUD Pesawaran.

“Masih ada enam orang warga yang diduga keracunan pada jumat (27/10) masih dirawat,”kata Yasmin, Senin (30/10).

Dia juga belum bisa memastikan terkait hasil diagnose dari laboratorium atas sempel dari nasi atau makanan yang dikonsumsi para pasien karena dia baru masuk kerja selepas cuti.

“Diagnose sementara para pasien keracunan, belum ada hasil dari laboratorium. Saya juga baru masuk hari ini setelag cuti. Jadi belum koordinasi dengan medis yang menangani para pasien itu,”jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan Kapolsek Kedondong, AKP Firdaus membenarkan adanya peristiwa kera cunan sejumlah warga, setelah memakan nasi besek dari rumah salah seorang warga yang menggelar hajatan tujuh bulan kehamilan.

“Diduga para korban keracunan setelah memakan makanan (besek) dari pengajian salah seorang warga, di lingkungan sekitar yang melakukan pengajian tujuh bulan kehamilan. Ada 18 orang yang di rawat di RSUD Pesawaran,”kata Firdaus, Jumat (27/10).

Dia menjelaskan, kasusnya diserahkan ke Polres Pesawaran, petugasnya telah melakukan dan melakukan perawatan terhadap para pasien yang diduga menjadi korban keracunan dan masih dicek oleh petugas medis penyebab dugaan keracunan terhadap para korban.

“Kasusnya di serahkan ke reskrim Polres Pesawaran, petugas rumah sakit sudah diambil sampel sisa nasi oleh dan akan dicek ke laboratorium ke rumah sakit provinsi Lampung, kita tinggal menunggu hasilnya,”ujarnya.

Kepala ruangan, Instalasi Gawat Darurat RSUD Pesawaran, Suhendar membenarkan ada 18 orang dibrawat diduga keracunan berdasarkan keterangan dari para korban.

“Iya ada 18 pasien di rawat dengan keluhan sakit perut dan pusing kepala, katanya setelah makan makanan dari pengajian,”kata Suhendar,Jumat (27/10).

Dia menjelaskan, para pasien yang diduga keracunan tersebut telah ditangani oleh petugas medis di RSUD Pesawaran dan sedang dilakukan observasi serta cek laboratorium.

“Para pasien sudah dilakukan perawatan oleh petugas medis, semua kondisi pasien, cukup baik dan sedang menjalani perawatan,”ujarnya.

Nurhasan (29) salah satu korban mengatakan, awalnya dia merasakan sakit perut dan mual serta muntah setelah makan masakan dari acara tasyakuran dirumah tetangganya.

“Awal mulanya, saya ikut acara syukuran tujuh bulan, pulang dapet satu besek nasi. Nah nasi itu saya makan sama anak dan istri, dari situ sakit perut, mual dan pusing, sampai di bawa ke rumah sakit ini,” ujarnya. (MH/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here