Fluktuasi IHSG Selama Pandemi Tak Pengaruhi Pengelolaan Dana Investasi BPJAMSOSTEK

SumateraPost, Binjai – Selama pandemi Covid-19, pengelolaan dana investasi mendapatkan tantangan yang cukup berat. Pasalnya, seluruh bidang usaha di dalam negeri terdampak langsung secara ekonomi.

Sebagai contoh, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal 2020. Bahkan sempat turun ke level 3.900-an, pasca ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi global.

“Kondisi pandemi, termasuk pasar investasi global dan regional, tentunya memiliki pengaruh pada hasil investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada 2020,” kata Kepala Kantor Cabang (Kakancab) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Binjai, Tengku Muhammad Haris Sabri Sinar, mengutip keterangan Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto, Rabu (20/01/2021) siang.

Diakui Haris, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi keuangan, pasar, dan investasi, baik secara global maupun regional. Beruntung menurutnya, BPJAMSOSTEK telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 74 persen dari total portofolio. Sehingga tidak berpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

Baca Juga :  Lakukan Pengamanan,Brimob Polda Sumut Di Pelantikan Kepala Daerah Terpilih

Sebagai contoh, pada investasi saham. Dimana menurut Haris, mayoritas penempatan atau 98 persen penempatan dana dilakukan pada saham kategori Blue Chip atau LQ45.

Meski demikian, penempatan pada saham non-LQ45 juga tetap dilakukan dengan menerapkan protokol investasi yang ketat. Dalam hal ini, jumlah saham non-LQ45 tersebut besarannya hanya sekitar 2 persen dari total portofolio saham BPJAMSOSTEK.

“Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, serta emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik, terang Haris.

Tentunya faktor analisa fundamental dan review resiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan seleksi emiten. Sehingga tidak ada investasi pada “saham-saham gorengan”.

Baca Juga :  Tak Kenal Lelah Tim Opsnal Narkoba Polresta Deli Serdang

Untuk lebih memaksimalkan hasil kelolaan investasi, menurut Haris, BPJAMSOSTEK juga mengurangi broker fee atau biaya transaksi penempatan dana dengan manajer investasi.

Dengan kinerja pengelolaan dana di atas, BPJAMSOSTEK selaku Badan Hukum Publik yang bersifat nirlaba, akan mengembalikan seluruh hasil pengelolaan dana kepada peserta.

Dengan demikian, BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 5,63 persen p.a, yang tentunya selalu di atas rata-rata bunga deposito bank pemerintah yang di 2020 ini mencapai 3,87 persen.

Haris menyebut, jika ditilik sejak 2016 hingga 2020, maka dana kelolaan BPJAMSOSTEK dapat tumbuh mencapai dua kali lipat dengan CAGR sebesar 18,74 persen, hingga mencapai Rp 486,38 triliun. Padahal sejak 1977 hingga 2015, dana kelolaan BPJAMSOSTEK berada di angka Rp 206,58 triliun.

“Hal ini jelas membuktikan kinerja BPJAMSOSTEK dalam meningkatkan kepesertaan dan mengelola dana investasi sangat baik dengan peningkatan signifikan dari dana kelolaan yang diperoleh,” jelasnya.

Baca Juga :  Batalyon – A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut Bantu Evakuasi Kebakaran di Binjai Utara

Hanya saja peningkatan dana kelolaan investasi ini tidak terlepas dari protokol penempatan dana yang dimiliki BPJAMSOSTEK. Sebab jika dilihat dari aturan yang dimiliki, maka sangat kecil kemungkinan penempatan dana investasi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu.

Contohnya, kata Haris, pada aturan penempatan dana, kapitalisasi pasar dari emiten yang dituju minimal Rp 3 triliun. Sedangkan contoh lainnya, seperti rerata nilai transaksi saham yang akan dibeli minimal Rp 20 miliar.

“Protokol ketat dalam mengatur penempatan dana investasi ini yang menjadi rahasia BPJAMSOSTEK agar tetap mendapatkan hasil investasi yang selalu meningkat, tentu saja semua itu untuk kepentingan seluruh peserta BPJAMSOSTEK,” terangnya. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here