Formanas Akan Gelar Aksi Damai Terkait Pembangunan Jalan Tol

Sumaterapost.co – Aksi tuntut terealisasinya pembangunan jalan tol dan atau Layang Medan-Berastagi, yang sudah dilirik banyak kalangan, perjuangan yang hanya bermula dari segelintir masyarakat karo atas nama JPS (Jambur Pergerakan Sinterem) yang akhirnya mendapat tanggapan dari segala elemen lapisan masyarakat dan perwakilan kabupaten hingga ditabalkan menjadi Formanas (Forum masyarakat nasional), akan menggelar aksi damai Selasa 27-8-2019 sekiran pukul 10.00 WIB menuju Gedung DPRD Sumatera Utara.

Adapun Agenda Aksi damai yang akan digelar Formanas, untuk mendesak DPRD Sumatera Utara (Sumut) , agar meminta Gebenur Sumut Edy Rahmayadi yang berkapasitas sebagai Leading Sektor pembangunan di Sumut terkait belum terselesaikan pembangunan jalan tol dan atau jalan Layang Medan Berastagi.

Melalui diskusi – diskusi yang panjang dari kalangan elemen-elemen masyarakat, dan perwakilan dari 6 Kabupaten di Sumatera Utara penguna prasarana Jalan Medan-Berastagi, akhirnya mengambil kesepakatan yang matang dan penuh pertimbangan. Hingga akhirnya diputuskan akan menggelar aksi damai tersebut, tanpa memakai atribut kelompok tertentu tapi netral kepentingan Nasional, dan akan mengedepankan mengunakan Pakaian tradisional dari Kabupaten masing-masing.

Sebagai penanggungjawab dari aksi yang akan dilangsungkan oleh Julianus Sembiring Gurki Spd, saat berbincang dengan Sumaterapost.co melalui Seluler Kamis 21-8-2019 Pukul 11.40 WIB, Julianus membenarkan akan dilaksanakan aksi damai tersebut.

Sampaikan nya”, Wadah Formanas akan
mendesak DPRD Sumut memanggil kepala daerah untuk penanganan di 6 Kabupaten Dairi,Pakpak barat,Simalungun,Deliserdang , Humbang Hasundutan dan Karo melalui GubSu yang berkapasitas sebagai Leading Sektor pembangunan di Sumut terkait belum terselesaikan pembangunan jalan tol dan atau jalan Layang Medan Berastagi”, tegasnya.

Tambah Julianus”, agar dengan hadirnya Gebenur nantinya, untuk mengagendakan dengan 6 Kepala daerah yang terkait percepatan terealisasinya Pembangunan
Jalan tol dan atau jalan Layang, karena izin pemampatan hutan lindung izin pemakaian kawasan lingkungan merupakan gawe bupati Deli Serdang, dan pembahasan tentang hak dengan 5 kabupaten untuk pengguna akses jalan”, jelasnya.

Dan untuk menghindari hal-hal negatif, karena sifat manusia pada dasarnya lebih cenderung dengan negatif tingking ucapnya dengan suara tawa khas Julianus menegaskan, Pengumpulan 1000 koin bukan untuk penggalangan dana tetapi menunjukan kepada pemerintah untuk kesipaan masyarakat agar terealisasinya pembangunan jalan tol dan atau layang Medan-Berastagi”, ujarnya mengakhiri./Mawar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here