Gabungan Aliansi Mahasiswa Ziarah Ke Makam Sultan Aceh di Peureulak

SumateraPost.co, Aceh Timur – Aliansi Paguyuban Pemuda Mahasiswa Aceh Timur (APPMAT) dalam suasana lebaran idul Adha pada Minggu (2 Juli 2020) ziarah ke makam Sultan Abdul Azis Syah Peureulak di Gampong Bandrong Kecamatan Peurrulak Aceh Timur, Sebelumnya Giat ziarah juga ke Makam Tgk. Ishak Daud di Desa Blang glumpang kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, salah seorang pejuang di masa GAM, mereka membersihkan pusaran kuburan Ishak Daud serta berdoa untuk pejuang yang syahid dalam pertempuran saat masa konflik.

Di makam Sultan Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, Raja Peureulak, para mahasiswa juga melakukan giat yang sama namun turut juga didampingi Firman Dandi SE.M.Si (Pemerhati sejarah) serta Suriadi SE, Kasi cagar Budaya Disdikbud Aceh Timur dan Mastur Yahya SH.MH Dari KKR Aceh

Aliansi paguyuban pemuda mahasiswa Aceh Timur ini terbentuk dalam tiga organisasi yakni: (IKMAT) Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Timur yang di ketuai Taufik Tinaldi, (HIMAT) Himpunan Mahasiswa Aceh Timur yang di ketuai oleh Rahmat Hidayat dan (IPPAT) Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur yang di ketuai oleh Suryadi.

Para mahasiswa Aceh Timur menunjukkan kekompakan, hal ini dilakukan untuk memajukan Aceh Timur terutama bidang Kebudayaan dan situs sejarah sebagai peradaban Aceh di masadahulu, kesempatan tersebut Pada siang itu melakukan ziarah ke Makam Sultan Sayed Maulana Abdul Aziz Syah di Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak.

Sekaligus memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuanya kepada penjaga makam.

Usai melakukan ziarah di Makam Raja Islam Peureulak, Kordinator Tim Mahasiswa, Tengku Fadlon, mengatakan dalam kegiatan ini, kunjungan kami bersama ke Makam Sultan Sayed Maulana Abdul Aziz Syah ini untuk menghormati peran para Raja di masa peradaban pada masa dahulu dengan andil yang sangat besar dalam penyebaran agama Islam di Aceh, Nusantara dan Asia Tenggara Terangnya.

Dengan harapan, dari kegiatan ini, kami mendapat syafaat khususnya bagi rekan-rekan mahasiswa kami dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa, sebagai pengayom dan pelayan masyarakat dan juga menyampaikan imformasi bahwa Raja Aceh dahulu yang makamnya berada di Peureulak Aceh Timur adalah raja yang memiliki andil besar dalam menyebarkan siar Islam se antero Asia Tenggara “, Kata Fadlon

Sementara itu tokoh pemuda serta pemerhati sejarah Aceh Timur, Firman Dandi di dampingi Suriadi, mengapresiasi langkah mahasiswa yang peduli akan situs sejarah Islam, mereka ini mahasiswa asal Aceh Timur, yang saat ini masih menempuh pendidikan tinggi di berbagai Perguruan tinggi beberapa daerah bersatu dan  berkomitmen untuk terus memperhatikan dan menjaga situs sejarah peradaban Aceh yang masih ada di Aceh Timur, bukan hanya itu, bahkan para mahasiswa juga meminta kepada pemerintah daerah agar Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa) di Peureulak dapat menjadi suatu cagar Budaya Islam “, Ujarnya.

Firman Dandi juga meminta seluruh masyarakat Aceh Timur untuk turut ambil andil dalam pengembangan situs sejarah yang masih ada ditengah – tengah kita, sehingga akan dapat menjadi sebuah pendidikan ilmu pengetahuan di masa mendatang terutama bagi generasi penurus, bahwa kita dimasa dahulu memiliki sebuah peradaban kehidupan yang sangat jauh di kenal di banding saat ini, Raja Peureulak, Sultan Abdul Aziz Syah di Kenal Se Asia Tenggara, itulah suatu fakta yang masih harus dapat kita kenang “, Kata Firman Dandi. Tokoh muda Aceh Timur. (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here