GAM, Nekat Melakukan Aksi Seorang Sendiri di Depan Kantor DPRD

Sumaterapost co Jeneponto Sulsel – Azis Siama’ Salah satu kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa (solo) di depan Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto, Jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Senin, 11/01/2021 Kabupaten Jeneponto.

Aksi demonstrasi ini dilakukan seorang diri dengan membawa spanduk yang digantungkan keleher dan bertuliskan ” Pupuk Langka, Petani Menderita, Apaji DPRD..?

Dalam orasinya ia mendesak Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto untuk lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian dan segera mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi permasalahan klasik yang sering terjadi di Butta Turatea.

” Kasihan Petani pak, sudah lewat masa pemupukan sementara pupuk subsidi masih sulit didapatkan, ” Ujar Siama, sapaan akrabnya

Baca Juga :  Tim Bontomarannu Peduli, Dipercayakan Mengantar Logistik Untuk Bencana Gempa Majene-Mamuju

Lanjut Azis siama’, Walaupun beberapa perhari kemarin telah kembali didistribusikan kebeberapa kios/pengecer, tetapi itu malah menimbulkan keresahan baru. Yakni, banyak Kios/Pengecer menjual pupuk subsidi jauh diatas dari Harga Ecer Tertinggi (HET) yang sudah di tetapkan Pemerintah.

Baginya, ini adalah sebuah tantangan untuk Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto yang terhormat untuk hadir ditengah-tengah Masyarakat, bukan hanya datang dan mengambil simpati pada saat momentum pilcaleg saja. “ Disini mi dilihatki, siapa yang benar-benar sebagai representatif bagi Masyarakat. Penyambung lidah rakyat. Evaluasi itu Distributor, kalau tidak becus rekomendasikan ke Produsen untuk putuskan kontrak. ” Tutup Azis Siama

Baca Juga :  Kanit Dikyaksa Sat Lantas Polres Gowa Survey Jalan Rusak, Pasca Terjadinya Hujan Lebat

Meski tak berlangsung lama setelah melakukan orasi, aspirasi ini langsung diterima oleh anggota DPRD untuk dipersilahkan melakukan audensi di ruangan khusus DPRD. Menurut anggota DPRD Jeneponto Komisi II Bidang Pertanian, Hanafi Sewang, kelangkaan pupuk subsidi itu disebabkan karena prosedur dan sistem.

Hanafi menjelaskan kuota pupuk untuk tahun 2020 sudah habis. Namun menjelang awal Januari terdapat kendala, menyangkut masalah SK keputuasan dari provinsi ke kabupaten untuk alokasi.

” Itu SK terbit nanti ditanggal 6 sementara masyarakat itu menjelang akhir Desember dan awal Januari di situ ada kendala di administrasi. Efek yang ditimbulkan dengan kejadiaan yang ada di mungkinkan petani mengalami kerugian, ” Jelasnya.

Baca Juga :  Tim Kesehatan Kodam Hasanuddin Tak Kenal Lelah Layani Pasien Sakit Pasca Gempa

Sebetulnya kata dia, Komisi II langsung menindaki, setelah mendengar bahwa sudah ada SK di Dinas Pertanian. Ia pun menghubungi secara langsung pihak distributor agar segera mendistribusikan kuota pupuk untuk 2021.

” Jadi tanggal 6 Januari itu, sudah ada yang di distribusi pupuk. Jadi kalau kuota pupuk bersubsidi di Jeneponto 31.200 atau 31 ton lebih, untuk tahun 2021. Namun yang perlu diperhatikan lagi, banyaknya juga masyarakat yang tidak terdaftar di RDKK selaku calon penerima pupuk, ” Tutupnya.

Diketahui distributor di jeneponto ada tiga, Cv. Anjas, KPI dan Puskud.

Laporan : Sahrul
Sumber : Andis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here