Geger, Tegal Pakai Helikopter Semprot Desinfektan Corona

Tegal, SumateraPost.co — Pemerintah Kota, kembali mempelopori dalam penanganan Covid-19.

Jumat (22/5) kali ini. Pemerintah Kota Tegal mempelopori peyemprotan disinfektan ke seluruh wilayah kota, dengan memakai pesawat Helikopter. Di negeri ini, Cara ini kali pertama terjadi.

Sontak! Masyarakat Kota Tegal geger dan membicarakannya. Bahkan warga net Kota Tegal ramai membahasnya.

Postingan @Andi Kustomo, netizen warga Jalan Werkudoro – Kota Tegal, “Pokoke Pemkot ini memang keren .. mau nyiram desinfektan (rmh2) warga dr Helikopter .. ” menarik pro kontra para netizen membahasnya.

Riyanto Jayeng — misalnya. Berpendapat penyemprotan dengan desinfektan sangat berbahaya bagi tubuh manusia, karena salah satu bahannya cairan pemutih pakaian.

“Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jodi Arya Laksmono menjelaskan penggunaan disinfektan tidak boleh sembarangan,” kata Jayeng — Jurnalis senior Kota Tegal.

Memgomentari postingan tentang aksi Pemkot Tegal, Lutfi AN merasa ngeri — khususnya soal sumber angarannya. “Ngeri. .. Sing ngeyi duite sapa?” kata Lutfi — budayan dan mantan Pimred koran lokal ternama.

Azizi juga berkomentar tanya sumber anggaran pengadaan Helikopter. “Duite sing ndi… Takokna maring um Sidiono ndean paham,” kata Azizi kepada Andi Kustomo — budayawan sekaligus pemilik dan Pimred Tabloid Tegal Post.

Soal sumber anggaran, Sisdiono Ahmad anggota DPRD kota Tegal, ikut berkomengar. “Nganggone dana darurar bencana, anggarane 35M. Anggaran dprd dilucuti nganti 50% luwih,” kata Sisdiono politis Partai Gerindra Kota Tegal.

Namun ada netizen menaruh salut pada aksi Pemerintah Kota Tegal kali ini. Apas Khafasy — misalnya. Menurut seniman gondrong ini, langkah Pemerintah Kota Tegal tersebut mantap, lain daripada yang lainnya.

“Keren mantap. Tegal laka-laka padane. Tegal walikotane ping 3 Dudu wong Tegal. wong Tegal akhire pintere maido khasanah xixi ..” kata Apas Khafasy.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono, memang warga Kabupaten Brebes. Namun dia mampu memimpin Kota Tegal dengan baik. Sekilas kebijakannya kerap kontroversi, namun strategis bagi pembangunan masyarakatnya.

Satu kebijakan Dedy sempat kontroversi secara nasional tentang penerapan local lockdown atau isolasi wilayah Kota Tegal untuk mencegah Covid-19. Belakangan justeru diamini para kepala daerah lain.

“Wali Kota Tegal satu ini, selalu ingin didepan. Bagus .. Termasuk ini, memakai Helikopter dalam penyemprotan desinfektan. Praktis dan menjangkau pelosok kelurahan,” puji Wito — warga Debong Lor Kecamatan Tegal.
(aro agusriyanto aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here